Ekonom: RUU Perdagangan tidak pro industri nasional

Selasa, 19 Februari 2013 - 14:46 WIB
Ekonom: RUU Perdagangan...
Ekonom: RUU Perdagangan tidak pro industri nasional
A A A
Sindonews.com - Pengamat ekonomi dari Econit, Hendri Saparini menilai, Rancangan Undang Undang (RUU) Perdagangan yang saat ini tengah dibahas pemerintah dan DPR hanya sekadar mendorong volume perdagangan. Tapi tidak peduli meningkatkan volume tersebut berasal dari perdagangan produk dalam negeri atau produk impor.

"Semangat RUU Perdagangan sekadar mendorong volume dan efisiensi perdagangan domestik maupun luar negeri. Yang penting terjadi saja perdagangan di Indonesia," kata Hendri dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Bahkan, lanjut Hendri, RUU ini lebih menguntungkan industri negara-negara asing dibanding industri nasional. "(RUU Perdagangan) Lebih bersifat memfasilitasi kepentingan regional dan global di Indonesia, dibanding menerjemahkan visi (membangun industri nasional)," tandas dia.

Lebih lanjut, Hendri mendesak pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi kembali RUU ini agar lebih pro kepentingan nasional. Seharusnya, RUU Perdagangan meningkatkan perdagangan melalui pembangunan industri di dalam negeri dengan memanfaatkan potensi pasar domestik.

"Semestinya lebih dari itu, karena strategi perdagangan seharusnya adalah bagian dari strategi untuk mendorong daya saing produk industri dalam negeri," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UU Cipta Kerja Gairahkan...
UU Cipta Kerja Gairahkan Investasi dan Perdagangan Internasional
Disetujui Jadi UU, Indonesia...
Disetujui Jadi UU, Indonesia Punya Jalan Tol Perdagangan Internasional
Penimbun Minyak Goreng...
Penimbun Minyak Goreng Lakukan Kejahatan Pangan, DPR: Harus Dijerat UU Perdagangan
Ketua Umum ICCA Dukung...
Ketua Umum ICCA Dukung Pansel DK-OJK dan Implementasi UU PPSK
Pemerintah Bakal Bikin...
Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
38 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
53 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
1 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved