Ini janji Mendag kepada perajin tahu-tempe

Rabu, 20 Februari 2013 - 15:16 WIB
Ini janji Mendag kepada...
Ini janji Mendag kepada perajin tahu-tempe
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengungkapkan, aksi 'blusukan' di Kampung Semanan dengan berdialog bersama para perajin tahu dan tempe siang ini, berkaitan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Harga Patokan Pasar (HPP) kedelai yang sedang disiapkan.

Namun, Permendag ini urung diterbitkan karena masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang memayungi. Gita menuturkan, Perpres tersebut akan ditandatangani Presiden dalam waktu dekat sehingga Permendag tentang HPP kedelai bisa segera terbit.

"Kenapa kita mau ke sini? Kita lagi dalam proses mengeluarkan peraturan baru dari Kemendag. Sudah dibicarakan sampai ke Bapak Presiden mengenai stabilisasi harga. Peraturan Menteri-nya sudah siap. Tapi saya masih menunggu Perpres ditandatangani Presiden. Insya Allah dalam waktu dekat bisa ditandatangani," jelas Gita kepada para perajin tahu dan tempe di Kampung Semanan, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Mendag optimis, penetapan HPP ini dapat meningkatkan minat para petani produksi untuk menanam kedelai sehingga pasokan kedelai dari dalam negeri meningkat. "Kalau harga ini ditentukan pada harga yang cukup, ini bisa memberikan semangat produksi kedelai di Tanah Air," ujarnya.

Namun, penetapan HPP ini juga harus dijaga agar tidak merugikan konsumen. "Kita juga harus jaga agar konsumen jangan sampai dirugikan. Mereka harus bisa membeli tahu tempe dengan harga terjangkau," ucap Gita.

Pemilik Grup Anchor ini mengaku prihatin dengan ketergantungan Indonesia pada kedelai impor. Saat ini, sebesar 70 persen kebutuhan kedelai nasional dipenuhi melalui impor. "Kenyataannya produksi nasional hanya 700-800 ribu ton, sehingga kita perlu mengimpor 1,6 juta ton," kata dia.

Karena itu, pihaknya berjanji segera mengeluarkan Permendag HPP kedelai demi mewujudkan kedaulatan pangan. "Saya tidak mau janji muluk-muluk, mudah-mudahan Permendag-nya segera keluar dalam waktu dekat," tandas Gita.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Beberkan Biang...
Kemendag Beberkan Biang Kerok Mahalnya Harga Kedelai di Indonesia
Kemendag Jamin Pasokan...
Kemendag Jamin Pasokan Kedelai, Tempe Tak Bakal Langka
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Pemerintah Ungkap Alasan...
Pemerintah Ungkap Alasan RI Sulit Lepas dari Impor Kedelai
Harga Kedelai Melandai,...
Harga Kedelai Melandai, Harga Tempe dan Tahu Segera Turun
Harga Kedelai Dunia...
Harga Kedelai Dunia Mahal, di Tingkat Pengrajin Tahu-Tempe Dijamin Wajar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved