Penunjukan importir bawang putih dinilai tidak objektif

Kamis, 21 Februari 2013 - 15:18 WIB
Penunjukan importir...
Penunjukan importir bawang putih dinilai tidak objektif
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai, penunjukan importir bawang putih tidak dilakukan secara objektif. Banyak perusahaan dengan track record tidak jelas mendapatkan banyak alokasi kuota impor bawang putih.

Sementara, perusahaan yang berpengalaman menjalankan impor bawang putih malah diberi alokasi kuota yang minim. Karena itu, DPR menduga ada permainan di balik impor bawang putih.

"Distribusinya (alokasi kuota impor bawang putih) harus berdasarkan kriteria yang objektif. Kita mensinyalir ada permainan di sini," kata Ketua Komisi IV DPR, Romahurmuzy kepada Sindonews, di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Namun, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini belum dapat memastikan apakah permainan ini terjadi di Kementerian Pertanian (Kementan) atau Kementerian Perdagangan (Kemendag). "Sinyalemen, saya tidak tahu ada di mana," ucap dia.

Menurut Romi, sapaan akrab Romahurmuzy, melonjaknya harga bawang putih saat ini terjadi akibat penunjukan importir bawang putih yang tidak dilakukan secara objektif.

Perusahaan-perusahaan yang tidak berpengalaman, mendapat banyak alokasi kuota impor tersebut, ternyata tidak mampu menjalankan impor dengan baik. Akibatnya, pasokan bawang putih di dalam negeri terganggu dan menjadi mahal.

"Ini muncul karena pelaku-pelaku usaha yang sesungguhnya tidak mendapat kuota lebih besar daripada (pelaku-pelaku usaha) yang baru," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi harga bawang putih yang mengalami kenaikan kurang wajar.

Berdasarkan catatannya, harga bawang putih dalam dua bulan belakangan melonjak cukup tajam dari Rp25 ribu mencapai Rp30 ribu per kilogram (kg).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komunitas Jurnalis Bandung...
Komunitas Jurnalis Bandung Berbagi Sembako Guna Semangati Nakes
Bantu Tenaga Medis dan...
Bantu Tenaga Medis dan Karyawan, OMNI Hospitals Gelar Bazar Sembako Murah
Polsek Medan Baru Salurkan...
Polsek Medan Baru Salurkan Sembako Kepada Warga Kelurahan Sari Rejo
Ramadhan & Idul Fitri...
Ramadhan & Idul Fitri 2021, BUMN Ini Luncurkan Paket Sembako Murah
Bantu Warga, Program...
Bantu Warga, Program Tebus Sembako Murah SandiUno Sasar Warga Sidoarjo
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved