Pertamina diminta perbaiki pengawasan distribusi LPG

Jum'at, 22 Februari 2013 - 14:07 WIB
Pertamina diminta perbaiki...
Pertamina diminta perbaiki pengawasan distribusi LPG
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta PT Pertamina (Persero) untuk memperbaiki pengawasan dalam distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kilogram (kg) sebelum memberlakukan kenaikan harga.

"Kenaikan harga LPG (12 kg) tahun ini sangat memberatkan bagi masyarakat dan belum tepat, mengingat secara internal masih banyaknya kebocoran dan penyelewengan LPG yang terjadi selama ini akibat kelalaian dalam proses distribusi maupun pemasaran," ujar Anggota Komisi VII DPR, Rofi Munawar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Kenaikan harga 12 kg, lanjut Rofi, dikhawatirkannya menyebabkan migrasi konsumen LPG 12 Kg kepada LPG 3 Kg karena adanya disparitas harga yang cukup lebar. Di sisi lain, jika tidak diantisipasi dengan maksimal maka akan memicu penimbunan dan penyelewengan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Diperkirakan, setiap rupiah kenaikan pada harga tabung LPG 12 kg akan berpotensi menambah konsumsi LPG tabung 3 kg sebesar 108 kg.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan keberatan dengan kenaikan harga LPG 12 kg karena adanya kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) baru-baru ini. "Faktor eksternal adanya kenaikan TTL menambah fixed cost masyarakat meningkat," tutup Rofi.

Sebelumnya diberitakan, Pertamina akan melakukan penyesuaian harga LPG 12 kg pada awal Maret. Rencananya, kenaikan ini sebesar Rp2.100 per kg, atau naik Rp25 ribu per tabung sehingga harga LPG 12 kg menjadi Rp95 ribu per tabung.

Pertamina mengaku terus mengalami kerugian dari pejualan gas 3 Kg. Pada 2012 saja Pertamina memprediksi mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun dari produksi dan penyaluran LPG 12 kg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
3 jam yang lalu
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
4 jam yang lalu
Lombok Selatan Jadi...
Lombok Selatan Jadi Magnet Investasi Properti dan Hospitality
4 jam yang lalu
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
5 jam yang lalu
Setahun Riset, Shihlin...
Setahun Riset, Shihlin Bawa Jajanan Taiwan ke Lebih Banyak Konsumen
5 jam yang lalu
MNC Asset Salurkan Dana...
MNC Asset Salurkan Dana Pembersihan Reksa Dana Syariah ke Lazismu dan NUO
6 jam yang lalu
Infografis
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs Israel, Subsidi BBM dan LPG Bisa Membengkak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved