Terpilih atau tidaknya Mari Elka di WTO tak pengaruhi RI

Minggu, 24 Februari 2013 - 15:32 WIB
Terpilih atau tidaknya...
Terpilih atau tidaknya Mari Elka di WTO tak pengaruhi RI
A A A
Sindonews.com - Ekonom Faisal Basri berpendapat, seandainya Mari Elka Pangestu terpilih sebagai Direktur Jenderal World Trade Organisation (WTO), tak akan ada pengaruhnya untuk Indonesia.

Seperti diketahui, Mari Elka Pangestu yang pernah menjadi Menteri Perdagangan dan kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif masuk menjadi salah satu dari sembilan calon Dirjen WTO.

"Positif apa enggak? Jadi Bu Mari itu (kalau terpilih) sudah milik WTO, bukan wakil Indonesia kan? Jadi enggak ada efeknya," tegas Faisal ketika ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Menurut Faisal, ruang gerak Mari Elka amat sempit bila nantinya menjadi Dirjen WTO, ia akan terikat oleh peraturan-peraturan yang ada di WTO. Artinya, mau tak mau Mari Elka akan menjadi agen perdagangan bebas dunia yang selama ini lebih berpihak pada negara-negara maju dan tidak mengubah apapun, kepentingan Indonesia tetap kurang terakomodasi di WTO.

"Jadi Bu Mari (kalau terpilih) milik WTO, bekerja sama dengan konstitusi WTO. Enggak bisa dia bela-belain Indonesia, sudah enggak ngurusin Indonesia lagi," imbuhnya.

Satu-satunya keuntungan yang didapat, lanjut alumni Universitas Brawijaya ini, ialah nama Indonesia akan lebih berkibar di dunia internasional bila Mari Elka terpilih menjadi Dirjen WTO. "(Cuma) namanya Mari Elka Pangestu dari Indonesia ya barangkali," pungkas Faisal.

Bertentangan dengan Faisal, sebelumnya Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengaku bangga dengan pencalonan Mari Elka Pangestu untuk menjadi Dirjen WTO.

"Ya jelas dong kita bangga banget, masak ada orang yang kita kenal jadi Dirjen WTO, bangga dong," ucap Bayu beberapa waktu lalu.

Bila Mari Elka Pangestu terpilih menjadi Dirjen WTO, tambah Bayu, kepentingan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya bisa lebih terakomodasi.

"Dengan Bu Mari ada disana kita jauh lebih bisa memperjuangkan dan mengemukakan kepentingan kita, dan bukan hanya sekedar kepentingan Indonesia, tapi juga kepentingan negara Asia yang sudah naik kelas dari negara yang tadinya kategori developing sekarang sudah jadi negara middle class," ungkapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
8 menit yang lalu
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
14 menit yang lalu
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
47 menit yang lalu
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
1 jam yang lalu
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved