Mendag: Daripada batu bara, mending bisnis daging sapi
Selasa, 26 Februari 2013 - 12:32 WIB
Mendag: Daripada batu bara, mending bisnis daging sapi
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kuliah umum di Universitas As-Syafi`iyah (UIA) siang ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menyampaikan bisnis daging sapi amat menggiurkan. Bahkan, jauh lebih menguntungkan daripada bisnis penjualan batu bara.
"Daripada bisnis batu bara, mending bisnis daging sapi," kata Gita Wirjawan di UIA, Bekasi, Selasa (26/2/2013).
Saat ini, sambungnya, konsumsi per kapita daging sapi di Indonesia masih sangat rendah, baru mencapai 2,2 kg per tahun. Bila konsumsi daging sapi ini bisa ditingkatkan, tentu keuntungannya akan menjadi berlipat-lipat.
Berdasarkan perhitungan kasarnya, transaksi daging sapi di Indonesia bisa mencapai Rp350 triliun bila konsumsi daging per kapita ditingkatkan hingga 20 kg.
"Kalau kita bisa meningkatkan konsumsi, jadi 20 kg saja. Anggaplah harganya Rp70 ribu perak (per kg). 20 kg kali 70 ribu kali 240 juta rakyat. Kurang lebih jadi USD35 miliar. USD1 miiar itu (sama dengan) Rp1 triliun," jelasnya.
Nilai ini jauh lebih besar daripada nilai transaksi per tahun batu bara. "Bayangkan, hanya dagang sapi saja Rp350 triliun, jauh lebih besar daripada bisnis batu bara," ucap Gita.
Selain menguntungkan, bisnis daging sapi juga dinilai membawa manfaat yang mulia, yakni mendukung pertumbuhan yang sehat anak-anak bangsa. "Jauh lebih mulia juga. Ini sangat bisa membuahkan kemakmuran," pungkasnya.
"Daripada bisnis batu bara, mending bisnis daging sapi," kata Gita Wirjawan di UIA, Bekasi, Selasa (26/2/2013).
Saat ini, sambungnya, konsumsi per kapita daging sapi di Indonesia masih sangat rendah, baru mencapai 2,2 kg per tahun. Bila konsumsi daging sapi ini bisa ditingkatkan, tentu keuntungannya akan menjadi berlipat-lipat.
Berdasarkan perhitungan kasarnya, transaksi daging sapi di Indonesia bisa mencapai Rp350 triliun bila konsumsi daging per kapita ditingkatkan hingga 20 kg.
"Kalau kita bisa meningkatkan konsumsi, jadi 20 kg saja. Anggaplah harganya Rp70 ribu perak (per kg). 20 kg kali 70 ribu kali 240 juta rakyat. Kurang lebih jadi USD35 miliar. USD1 miiar itu (sama dengan) Rp1 triliun," jelasnya.
Nilai ini jauh lebih besar daripada nilai transaksi per tahun batu bara. "Bayangkan, hanya dagang sapi saja Rp350 triliun, jauh lebih besar daripada bisnis batu bara," ucap Gita.
Selain menguntungkan, bisnis daging sapi juga dinilai membawa manfaat yang mulia, yakni mendukung pertumbuhan yang sehat anak-anak bangsa. "Jauh lebih mulia juga. Ini sangat bisa membuahkan kemakmuran," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :