DIY salurkan bansos untuk kelompok jamu gendong

Senin, 04 Maret 2013 - 19:33 WIB
DIY salurkan bansos...
DIY salurkan bansos untuk kelompok jamu gendong
A A A
Sindonews.com - Penjaja jamu gendong di DIY akan dapatkan bantuan sosial berupa insentif penguatan modal. Tahun ini ditargetkan ada 50 kelompok penjaja jamu gendong yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

Ketua Komisi B DPRD DIY Gatot Setyo Susilo mengatakan, rencananya setiap kelompok penjual jamu gendong tersebut akan mendapatkan stimulan sebesar Rp2,5 juta. “Setiap kelompoknya biasanya berisi antara 10-15 orang penjual. Rencananya untuk tahap pertama ini jumlah bantuan yang disalurkan untuk 50 kelompok,” tuturnya di DIY, Senin (4/3/2013).

Penerima bantuan menurutnya, disesuaikan dengan hasil pengecekan proposal oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) selaku satu kerja yang menjadi leading sector penyaluran bansos jamu gendong. Sementara untuk jumlah bantuan di setiap kabupaten dan kota, disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

Disebutkan oleh politikus Partai Demokrat tersebut, bansos jamu gendong merupakan bagian dari upaya untuk menjaga warisan budaya. Keberadaan jamu gendong saat ini dinilai memiliki pasar tersendiri dengan potensi terus meningkat. Peningkatan tersebut mempertimbangkan tren masyarakat yang mulai memilih untuk menghindari obat-obat kimia.

Masyarakat saat ini banyak yang mulai beralih untuk mengkonsumsi obat herbal. Jamu sebagai sebuah produk kesehatan lokal selain bersifat herbal juga memiliki fungsi preventif pencegahan. “Makin banyak yang beli. Karena jamu ini kan lebih bersifat preventif (mencegah) ya,” tambahnya.

Sementara itu, mempertimbangkan banyaknya kelompok penjual jamu gendong, Gatot menyebutkan usaha tersebut banyak dikembangkan dalam kelompok-kelompok kecil masyarakat. Dengan demikian, dipastikan jumlah kelompok penjaja jamu gendong di DIY jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Dengan kondisi tersebut, karena keterbatasan anggaran yang ada, bantuan hibah yang diberikan akan diberikan secara bergilir. Hal tersebut sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Disperindagkop. “Nanti tahun depan akan berganti kelompok yang dapat,” tandasnya.

Banyaknya kelompok penjual jamu gendong tersebut terdeteksi dari ratusan proposal permohonan bantuan yang masuk ke Disperindagkop. “Jumlah proposal yang masuk ratusan. Proposal ini bagian dari komitmen, dan akan segera kita tindaklanjuti dengan cek lapangan,” tandas Kepala Disperidagkop DIY, Riyadi Ida Bagus.

Bantuan penguatan modal, menurut Riyadi, menjadi salah satu tindaklanjut kegiatan pendampingan kepada kelompok usaha jamu. Kegiatan pendampingan terakhir yang dilakukan diberikan kepada kelompok usaha jamu di Dusun Legundi Gunungkidul pada akhir 2012 lalu.

Pendampingan tersebut lebih diarahkan pada upaya menjaga kualitas jamu dari sisi fungsinya sebagai salah satu produk herbal kesehatan. Termasuk di antaranya menguatkan kesadaran untuk menjaga higienisitas proses produksi jamu. “Karena menjaga kualitas sama dengan menjaga pasar,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
36 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
48 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved