Ekonom : Darmin atau Anny cocok menjadi Menkeu
Minggu, 10 Maret 2013 - 15:03 WIB
Ekonom : Darmin atau Anny cocok menjadi Menkeu
A
A
A
Sindonews.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani mengatakan bahwa kandidat calon menteri keuangan (menkeu) pengganti Agus Martowardojo yang tepat adalah Darmin Nasution atau Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
Aviliani menjelaskan, alasan dia memilih Darmin dan Anny adalah kompetensi dan pengalaman mereka dalam masalah kebijakan fiskal dan makro. Di samping itu, keduanya bukan orang baru di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anny Ratnawati saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Sedangkan Darmin Nasution pernah menjabat sebagai Dirjen Pajak periode 2005-2006 dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) periode 2006-2009.
"Saya lebih suka pertukaran ya (Agus dengan Darmin) karena Darmin selama menjadi Dirjen Pajak kinerjanya bagus, yang terpenting dia bisa memenuhi target pajak," ujar Avilani ketika dihubungi Sindonews, Minggu (10/3/2013).
Sedangkan Anny, dia melanjutkan, sudah lama di Kementerian Keuangan, sehingga mengetahui program-program Kemenkeu. Selain itu, Anny juga mengerti tentang penyerapan anggaran, sehingga tidak memerlukan adaptasi, mengingat masa jabatan menkeu saat ini hanya menyisakan kurang dari dua tahun.
Kendati demikian, Aviliani menyatakan, siapapun yang kelak terpilih menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Agus Martowardojo haruslah bekerja keras dalam melakukan penyerapan anggaran. Di samping itu, untuk meningkatkan kinerja, saran dia, sebaiknya diterapkan adanya penghargaan dan sanki di Kementerian tersebut. "Bahkan jika perlu ada reward and punishment," tandasnya.
Sementara ekonom Faisal Basri sebelumnya memperkirakan, Menkeu Agus Martowardojo dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution akan bertukar jabatan.
Kedua pilar utama pengambil kebijakan keuangan negara tersebut dinilai memiliki integritas yang sangat tinggi dan tidak mudah diintervensi oleh partai politik. Karena itu, Faisal memperkirakan mereka akan tetap dipertahankan dan hanya ditukar posisinya.
"Pak Darmin dan Agus itu dua pilar utama yang bukan partai. Mereka itu nanti tukeran tempat. Saya punya perasaan mereka tukeran tempat karena mereka punya integritas yang susah dicari," tutur Faisal.
Seperti diketahui, nama Agus Martowardojo yang saat ini menjabat sebagai Menkeu telah diajukan oleh SBY sebagai calon tunggal Gubernur BI. Jika mendapat persetujuan dari DPR, Agus akan menjabat Gubernur BI periode 2013-2018 menggantikan Darmin Nasution.
Aviliani menjelaskan, alasan dia memilih Darmin dan Anny adalah kompetensi dan pengalaman mereka dalam masalah kebijakan fiskal dan makro. Di samping itu, keduanya bukan orang baru di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anny Ratnawati saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Sedangkan Darmin Nasution pernah menjabat sebagai Dirjen Pajak periode 2005-2006 dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) periode 2006-2009.
"Saya lebih suka pertukaran ya (Agus dengan Darmin) karena Darmin selama menjadi Dirjen Pajak kinerjanya bagus, yang terpenting dia bisa memenuhi target pajak," ujar Avilani ketika dihubungi Sindonews, Minggu (10/3/2013).
Sedangkan Anny, dia melanjutkan, sudah lama di Kementerian Keuangan, sehingga mengetahui program-program Kemenkeu. Selain itu, Anny juga mengerti tentang penyerapan anggaran, sehingga tidak memerlukan adaptasi, mengingat masa jabatan menkeu saat ini hanya menyisakan kurang dari dua tahun.
Kendati demikian, Aviliani menyatakan, siapapun yang kelak terpilih menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Agus Martowardojo haruslah bekerja keras dalam melakukan penyerapan anggaran. Di samping itu, untuk meningkatkan kinerja, saran dia, sebaiknya diterapkan adanya penghargaan dan sanki di Kementerian tersebut. "Bahkan jika perlu ada reward and punishment," tandasnya.
Sementara ekonom Faisal Basri sebelumnya memperkirakan, Menkeu Agus Martowardojo dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution akan bertukar jabatan.
Kedua pilar utama pengambil kebijakan keuangan negara tersebut dinilai memiliki integritas yang sangat tinggi dan tidak mudah diintervensi oleh partai politik. Karena itu, Faisal memperkirakan mereka akan tetap dipertahankan dan hanya ditukar posisinya.
"Pak Darmin dan Agus itu dua pilar utama yang bukan partai. Mereka itu nanti tukeran tempat. Saya punya perasaan mereka tukeran tempat karena mereka punya integritas yang susah dicari," tutur Faisal.
Seperti diketahui, nama Agus Martowardojo yang saat ini menjabat sebagai Menkeu telah diajukan oleh SBY sebagai calon tunggal Gubernur BI. Jika mendapat persetujuan dari DPR, Agus akan menjabat Gubernur BI periode 2013-2018 menggantikan Darmin Nasution.
(rna)
Lihat Juga :