Ini sentimen negatif dorong IHSG terkoreksi
Senin, 11 Maret 2013 - 16:53 WIB
Ini sentimen negatif dorong IHSG terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sore ini ditutup terkoreksi setelah pada akhir pekan lalu berhasil mencetak rekor baru di 4.874,50.
Menurut Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono bahwa IHSG ditutup koreksi menyusul aksi ambil untung yang dilakukan investor. "Koreksi terjadi setelah Fitch menurunkan rating Italia. Obligasi pemerintah Italia diturunkan ke level BBB+ dari sebelumnya A- dengan outlook negatif," kata dia, Senin (11/3/2013).
Di samping itu, dia menambahkan, pasar juga masih menanti pertemuan antara pemimpin Uni Eropa terkait penyelesaian krisis utang yang masih melanda beberapa negara di benua tersebut. Sentimen negatif dari Eropa menutup data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang diatas ekspektasi, serta angka ekspor Jepang yang menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar yen.
IHSG pada perdagangan sore ini ditutup terkoreksi 20,18 poin atau 0,41 persen ke level 4.854,31. Asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp130 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBNI, BMRI, BBRI, BMTR dan CPIN.
Menurut Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono bahwa IHSG ditutup koreksi menyusul aksi ambil untung yang dilakukan investor. "Koreksi terjadi setelah Fitch menurunkan rating Italia. Obligasi pemerintah Italia diturunkan ke level BBB+ dari sebelumnya A- dengan outlook negatif," kata dia, Senin (11/3/2013).
Di samping itu, dia menambahkan, pasar juga masih menanti pertemuan antara pemimpin Uni Eropa terkait penyelesaian krisis utang yang masih melanda beberapa negara di benua tersebut. Sentimen negatif dari Eropa menutup data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang diatas ekspektasi, serta angka ekspor Jepang yang menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar yen.
IHSG pada perdagangan sore ini ditutup terkoreksi 20,18 poin atau 0,41 persen ke level 4.854,31. Asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp130 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBNI, BMRI, BBRI, BMTR dan CPIN.
(rna)
Lihat Juga :