Industri rumput laut minta dukungan regulasi

Rabu, 13 Maret 2013 - 13:53 WIB
Industri rumput laut...
Industri rumput laut minta dukungan regulasi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta segera melakukan perbaikan mata rantai industri rumput laut. Yaitu, mulai dari sistem pembudidayaan, distribusi dari pulau-pulau kecil ke tempat penanganan dan pengolahan pemasaran ekspor dan domestik, di samping terus konsisten melakukan penelitian dan pengembangan.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis mengatakan, langkah tersebut sangat penting di samping persaingan antar negara produsen rumput laut, hasil olahan rumput laut, seperti Carrageenan juga bersaing dengan bahan pengenyal, pengental, pengemulsi dan penjernih lainnya, yang terdapat pada tumbuhan di darat dan hewani.

Menurutnya, hal ini merupakan kesimpulan dari Hydrocolloid Workshop, Natural Products Expo dan Carrageenan Business Meeting yang diikuti para pelaku industri hydrocolloid pada 7-12 Maret 2013 di Anaheim, California, Amerika Serikat.

Dalam rangka mewujudkan Program Industrialisasi rumput laut nasional, tidak hanya dibutuhkan roadmap atau cetak biru. "Tapi pelaku industri juga perlu segera mendapatkan pedoman regulasi," katanya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Rabu (13/3/2013).

Saat ini, lanjut dia, dalam mengurus perizinan atau dokumen untuk mendirikan industri pengolahan serta melakukan pemasaran domestik maupun ekspor, anggota ARLI sering menemui hambatan di lapangan.

"Hambatannya adalah tidak adanya Koordinasi antar instansi dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat. Pembagian kewenanganpun sering tumpang tindih pada lintas kementerian," ujarnya.

Safari menuturkan, jika dihitung, setiap perusahaan membutuhkan sekitar 13 dokumen, belum termasuk lampiran dan persyaratan kelengkapan lainnya serta lamanya waktu dalam pengurusan.

Seperti diketahui, pengembangan komoditas rumput laut di Indonesia sejak 2011, telah ditangani melalui kerja sama lima kementerian. Diantaranya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan satu badan yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
5 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
5 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
6 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
6 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
6 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved