IHSG akhir pekan mencari celah rebound

Jum'at, 15 Maret 2013 - 08:12 WIB
IHSG akhir pekan mencari...
IHSG akhir pekan mencari celah rebound
A A A
Sindonews.com - Dengan berbagai sentimen negatif yang berhembus pada perdagangan akhir pekan ini, Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan berada pada support 4.749-4.765 dan resistance 4.845-4.857.

Berpola menyerupai three black crows mendekati middle bollinger bands (UBB). MACD melanjutkan penurunan dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R, dan stochastic masih melanjutkan downreversal.

"Jika laju indeks global (mungkin) bisa rebound, diharapkan IHSG pun dapat mengikutinya," kata Reza, Jumat (15/3/2013).

Pada perdagangan sebelumnya, Reza menyebutkan, IHSG tutup dibawah perkiraan support 4.809-4.822. "Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana pelemahan lanjutan kemungkinan masih akan terjadi dan kondisi itu yang membuat IHSG lemah tak berdaya," terang dia.

Apalagi dengan asing yang masih mencatatkan nett sell membuat pelaku pasar lokal pun secara psikologis terpengaruh untuk melakukan aksi jual. Laju IHSG yang melemah karena ingin menutupi gap yang terbentuk.

Jika sebelumnya gap 4.848-4.853 dan gap 4.651-4.657 telah tertutupi, maka tinggal gap 4.721-4.735 yang belum tertutupi. Berbalik positifnya laju indeks saham Asia yang diikuti dengan menghijaunya pembukaan indeks saham Eropa belum mampu membalikkan IHSG.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.830,39 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.757,35 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.786,37.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan seiring dengan kenaikan USD setelah rilis kenaikan penjualan ritel AS menjadi 1,1 persen dari publikasi sebelumnya 0,2 persen. Dengan kenaikan tersebut timbul sedikit kekhawatiran terhadap percepatan penarikan stimulus moneter dari The Fed.

Sentimen negatif lainnya, hasil lelang obligasi Italia yang tidak mencapai target 7,25 miliar euro dari hanya 7 miliar euro dan yield obligasi Italia naik ke 2,48 persen dari lelang sebelumnya 2,3 persen untuk tenor 3 tahun seiring dengan kekhawatiran akan ketidakstabilan politik di Italia.

Meski rilis data dari Australia cukup baik, dimana tingkat pengangguran Australia untuk Januari tetap di 5,4 persen, dan jumlah orang yang bekerja bertambah jadi 71,5 ribu dari publikasi sebelumnya 13,1 ribu, namun belum dapat mengantarkan kenaikan rupiah.

Bursa saham Asia sempat memerah setelah kabar negatif pembuat kebijakan China akan menahan laju pertumbuhan properti untuk mencegah bubble property. Akan tetapi, di akhir sesi menguat setelah Majelis Rendah Jepang mendukung calon dari Abe sebagai Gubernur BoJ serta suksesi kepemimpinan Xi Jinping dari Hu Jiantao sebagai Presiden China yang diikuti oleh Li Keqiang menggantikan Wen Jiabao sebagai perdana menteri.

Pelaku pasar banyak berharap positif dari Pemerintahan baru China meski menghadapi tantangan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
57 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved