Pemerintah kaji business plan Inalum sebelum diambil alih

Sabtu, 16 Maret 2013 - 12:38 WIB
Pemerintah kaji business...
Pemerintah kaji business plan Inalum sebelum diambil alih
A A A
Sindonews.com - Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar mengungkapkan, ada dua alasan kenapa pengambilalihan Inalum masih dibahas Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR).

"Pertama, mengapa menjadi pembahasan DPR, karena dana dengan total Rp7 triliun itu belum perlu dicairkan sekarang," ujarnya kepada Sindonews dalam acara tahunan gathering 2013 PIP bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi Makro (Forkem) di Taman Budaya Sentul City, pada 15 Maret 2013 malam.

"Yang kedua, DPR ingin tahu business plan dari Inalum pasca pengambilalihan (dari Nippon Asahan Aluminium/NAA)," ujarnya.

Dia menjelaskan, business plan merupakan arah bisnis Inalum baik dari jenis industri hingga manajemen ke depan. "Ke mana arah inalum? Mau mengarah pada aluminium kah? Smelter mau dibangun di mana? Nanti bauksit dari manak? Kan banyak ceritanya itu. Nanti manajemennya bagaimana? Siapa manajemennya? Apakah pure orang Indonesia?. Jadi, banyak cerita perencanaannya," jelas Soritaon.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihaknya siap mengambil alih Inalum yang sebelumnya dikuasai pemerintah Jepang melalui NAA walaupun ada permasalahan soal harga.

"(Inalum) tetap diambil, akhir Oktober kita tetap ambil. Kendalanya adalah belum adanya kesepakatan dengan pihak NAA mengenai harga," ungkapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Konsistensi Inalum...
Bukti Konsistensi Inalum Bangun Industri Alumunium Adaptif dan Ramah Lingkungan
Integrasikan CSR dalam...
Integrasikan CSR dalam Strategi Bisnis, Inalum Raih Dua Penghargaan Bergengsi
Inalum Terbitkan Global...
Inalum Terbitkan Global Bond USD2,5 Miliar
Pasar Aluminium Menantang...
Pasar Aluminium Menantang 2 Tahun Terakhir, Inalum Cetak Kinerja Apik di Awal 2022
Beli Vale, Inalum Terbitkan...
Beli Vale, Inalum Terbitkan Global Bond Rp37,5 Triliun
Setelah Idul Fitri,...
Setelah Idul Fitri, Grup Mind Id Bekerja dengan 'New Normal'
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
17 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
23 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
32 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
58 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved