IHSG diperkirakan cenderung melemah
Selasa, 19 Maret 2013 - 08:29 WIB
IHSG diperkirakan cenderung melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah, hal ini terlihat dari indikator 5 Day Period Moving Average yang menghasilkan sinyal bearish," kata Head of Research e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Selasa (19/3/2013).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.750-4.900 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain BHIT, CMNP, dan MPPA.
Sementara pada perdagangan Senin (18/3/2013), Indeks Dow Jones ditutup turun 62,05 poin (-0,43 persen) ke 14.452,06 ditengah kekhawatiran mengenai bailout Cyprus.
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD94 per barel di New York setelah para pembuat kebijakan Eropa memberikan sinyal positif mengenai fleksibilitas penerapan bank tax di Cyprus.
IHSG kemarin (18/3/2013) ditutup turun 16,50 poin (-0,34 persen) ke 4.802,83 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp56 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBCA, BMRI, BBNI, KLBF, dan SMGR.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.715 per USD. Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menunjukkan pelemahan yang semakin terbatas dimana lowest intraday berada pada level 4.780.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah, hal ini terlihat dari indikator 5 Day Period Moving Average yang menghasilkan sinyal bearish," kata Head of Research e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Selasa (19/3/2013).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.750-4.900 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain BHIT, CMNP, dan MPPA.
Sementara pada perdagangan Senin (18/3/2013), Indeks Dow Jones ditutup turun 62,05 poin (-0,43 persen) ke 14.452,06 ditengah kekhawatiran mengenai bailout Cyprus.
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD94 per barel di New York setelah para pembuat kebijakan Eropa memberikan sinyal positif mengenai fleksibilitas penerapan bank tax di Cyprus.
IHSG kemarin (18/3/2013) ditutup turun 16,50 poin (-0,34 persen) ke 4.802,83 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp56 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBCA, BMRI, BBNI, KLBF, dan SMGR.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.715 per USD. Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menunjukkan pelemahan yang semakin terbatas dimana lowest intraday berada pada level 4.780.
(rna)
Lihat Juga :