Sentimen ini buat IHSG rebound
Selasa, 19 Maret 2013 - 16:52 WIB
Sentimen ini buat IHSG rebound
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil ditutup menguat. IHSG naik 19,80 poin atau 0,41 persen ke lvel 4.822,63.
Analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, IHSG pada perdagangan sore ini berhasil berbalik arah (rebound) didukung sentimen positif dari regional. "IHSG berhasil rebound pada perdagangan sore ini menyusul menguatnya bursa regional," kata dia di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Menurut dia, investor yakin bahwa parlemen Siprus akan menolak rencana kenaikan pajak deposito yang beberapa hari terakhir membayangi pasar financial. Rencana pemberlakukan peraturan pajak seperti ini adalah yang pertama kali di Eropa.
Akibatnya, hal itu menimbulkan ketakutan tersendiri karena bukan tidak mungkin juga akan diberlakukan di Spanyol dan Italia jika mereka meminta bailout juga, sehingga bisa membuat para deposan di Uni Eropa melarikan depositonya dari Eropa.
"Di sisi lain, kami juga melihat gejolak yang terjadi di Eropa digunakan oleh sebagian investor untuk melakukan profit taking (ambil untung) ditengah indeks baik IHSG maupun global yang terus menembus rekor baru," tutur Purwoko.
Analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, IHSG pada perdagangan sore ini berhasil berbalik arah (rebound) didukung sentimen positif dari regional. "IHSG berhasil rebound pada perdagangan sore ini menyusul menguatnya bursa regional," kata dia di Jakarta, Selasa (19/3/2013).
Menurut dia, investor yakin bahwa parlemen Siprus akan menolak rencana kenaikan pajak deposito yang beberapa hari terakhir membayangi pasar financial. Rencana pemberlakukan peraturan pajak seperti ini adalah yang pertama kali di Eropa.
Akibatnya, hal itu menimbulkan ketakutan tersendiri karena bukan tidak mungkin juga akan diberlakukan di Spanyol dan Italia jika mereka meminta bailout juga, sehingga bisa membuat para deposan di Uni Eropa melarikan depositonya dari Eropa.
"Di sisi lain, kami juga melihat gejolak yang terjadi di Eropa digunakan oleh sebagian investor untuk melakukan profit taking (ambil untung) ditengah indeks baik IHSG maupun global yang terus menembus rekor baru," tutur Purwoko.
(rna)
Lihat Juga :