Laba bersih Adaro tahun lalu turun 30,6%

Kamis, 21 Maret 2013 - 11:42 WIB
Laba bersih Adaro tahun...
Laba bersih Adaro tahun lalu turun 30,6%
A A A
Sindonews.com - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang tahun lalu mencatat penurunan laba bersih sebesar 30,6 persen menjadi USD383 juta dibanding tahun 2011 sebesar USD552 juta.

Turunnya laba bersih perseroan akibat menurunnya pendapatan usaha sekitar 6,6 persen dari USD3,99 miliar pada 2011 menjadi USD3,72 miliar. Pendapatan usaha perseroan mayoritas dikontribusi dari divisi penambangan dan penjualan sebesar 92,4 persen, dengan PT Adaro Indonesia mencatat sebagian besar pendapatan usaha dan sisanya dari divisi perdagangan Coaltrade Services International Pte Ltd.

Selain menurunnya pendapatan, menurunnya laba bersih juga akibat meningkatnya beban pokok pendapatan sebesar 4,7 persen menjadi USD2,68 miliar dari USD2,56 miliar. Adapun turunnya pendapatan disebabkan turunnya volume penjualan dan rata-rata harga penjualan akibat kondisi pasar yang kurang kondusif.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, kinerja perseroan tahun lalu dipengaruhi oleh dampak dari pasar batu bara dunia. "Usaha kami dipengaruhi pasar batu bara dunia, sehingga tidak dapat terhindar dari dampak pelemahan harga batu bara yang terjadi di hampur sepanjang tahun 2012," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/3/2013).

Sementara itu, produksi batu bara perseroan sepanjang 2012 menurun 1 persen menjadi 47,2 juta ton, sedangkan volume penjualan berkurang 4,3 persen menjadi 48,6 juta ton. Pasar batu bara yang pulih pada kuartal IV tahun lalu menyebabkan perseroan mampu mencatat rekor produksi kuartalan dengan volume mencapai 13,3 juta ton. Namun, realisasi produksi 2012 masih di bawah pedoman produksi sebesar 48-51 juta ton.

Rata-rata harga penjualan batu bara perseroan pada tahun lalu menurun 3,1 persen seiring melemahnya indeks batu bara global. Sementara pada tahun ini, perseroan memperkirakan, harga rata-rata penjualan batu bara akan sedikit menurun lantaran kondisi pasar yang belum kondusif.

"Menanggapi kondisi tersebut, kami fokus pada konsolidasi dan efisiensi untuk memperkuat perusahaan kami," tandas Garibaldi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boy Thohir Menjaga Performa...
Boy Thohir Menjaga Performa Bisnis Adaro di Tengah Pandemi
6 Jurusan Kuliah yang...
6 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan PT Adaro Minerals, Perusahaan dengan Saham Tercuan 2022
Adaro Optimistis Permintaan...
Adaro Optimistis Permintaan Batu Bara Meningkat hingga Akhir Tahun
1.000 Konsentrator Oksigen,...
1.000 Konsentrator Oksigen, Dukungan Adaro untuk Penanganan Covid-19
Boy Thohir dan Keluarganya...
Boy Thohir dan Keluarganya Borong 7,3 Juta Lembar Saham AADI
Waduh, Usai RUPST Akun...
Waduh, Usai RUPST Akun Instagram Adaro Energy Lenyap! Nyaris Seminggu Tak Bisa Diakses
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved