IHSG diprediksi kembali melemah
Jum'at, 22 Maret 2013 - 08:13 WIB
IHSG diprediksi kembali melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan melanjutkan pelemahan yang terjadi pada hari kemarin.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan mengalami pelemahan, dimana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator MACD dan RSI yang menghasilkan sinyal bearish," kata Head of Research e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Jumat (22/3/2013).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 4.750-4.900 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain CTRS, GJTL, dan PGAS.
Sementara pada perdagangan Kamis (21/3/2013), Indeks Dow Jones ditutup turun 90,24 poin (-0,62 persen) ke 14.421,49 ditengah kekhawatiran mengenai bailout Siprus.
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD93 per barel di New York setelah rilis data Manufacturing Jerman yang menunjukkan penurunan.
IHSG kemarin ditutup turun 28,83 poin (-0,60 persen) ke 4.802,67 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp53 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBRI, BBNI, PGAS, INTP, dan IMAS.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.755 per USD. Secara teknikal penurunan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator stochastic.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan mengalami pelemahan, dimana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator MACD dan RSI yang menghasilkan sinyal bearish," kata Head of Research e-Trading Securities, Betrand Raynaldi, Jumat (22/3/2013).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 4.750-4.900 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain CTRS, GJTL, dan PGAS.
Sementara pada perdagangan Kamis (21/3/2013), Indeks Dow Jones ditutup turun 90,24 poin (-0,62 persen) ke 14.421,49 ditengah kekhawatiran mengenai bailout Siprus.
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD93 per barel di New York setelah rilis data Manufacturing Jerman yang menunjukkan penurunan.
IHSG kemarin ditutup turun 28,83 poin (-0,60 persen) ke 4.802,67 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp53 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli, antara lain BBRI, BBNI, PGAS, INTP, dan IMAS.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke 9.755 per USD. Secara teknikal penurunan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator stochastic.
(rna)
Lihat Juga :