Premium dua harga tak pengaruhi penjualan mobil

Senin, 29 April 2013 - 13:58 WIB
Premium dua harga tak...
Premium dua harga tak pengaruhi penjualan mobil
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah untuk membuat dua harga terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium diprediksi tidak mempengaruhi penjualan mobil. Kebijakan tersebut dianggap sama ketika Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakkan kenaikan Down Payment (DP) minimal 30 Persen.

Direktur Honda Surabaya Center (HSC) Rudy Soerjanto mengatakan, BBM dua harga yang pertama sekitar Rp4.500 untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum. Sementara untuk mobil pribadi kisaran Rp6.000. Meski demikian, adanya kenaikan harga bagi mobil pribadi, tidak berpengaruh kepada penjualan mobil.

"Saya pikir enggak ada pengaruhnya. Meski harga BBM naik, mereka yang ingin mobil baru tentu akan membeli tidak peduli BBM naik atau tidak," kata Rudy, Senin (29/4/2013).

Rudy mencontohkan, bayang-bayang adanya penurunan penjualan mobil sama ketika BI menaikkan jumlah DP beberapa waktu lalu hingga 30 persen.

"Ternyata waktu itu mempengaruhi permintaan mobil baru. Memang untuk segmen roda dua sempat terpengaruh. Tapi untuk kenaikan BBM ini saya kira akan mempengaruhi penjualan," ujarnya.

Rudy juga menjelaskan, pangsa pasar (market share) untuk segmen sedang memang cenderung mengecil. Namun demikian tetap ada pertumbuhan. Sehingga market share untuk segmen ini terlihat stagnan.

Untuk mengantisipasi itu, Honda memiliki strategi. "Contohnya untuk varian All New Accord ini. Yang memang sudah bukan masuk segman sedan tapi full sedan," jelasnya.

Untuk varian ini, memang kejar-kejaran dengan rival setaranya yakni sedan Camry besutan Toyota. Di Jatim-Bali, Nusa Tenggara untuk sedan market share-nya sekitar 34 Persen. Sementara untuk Jawa Timur mencapai 88 Persen. Untuk Accord sendiri market Jatim mencapai 20 persen. "Jika Jatim plus untuk Accord mencapai 24 Persen," tandas pria berkacamata ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved