Kemenhub: Tarif kereta seharusnya bukan berdasar kelas

Senin, 01 April 2013 - 17:32 WIB
Kemenhub: Tarif kereta...
Kemenhub: Tarif kereta seharusnya bukan berdasar kelas
A A A
Sindonews.com - Irjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Iskandar Abubakar mengatakan, bahwa subsidi tiket kereta api harus seimbang antara pelayanan dan jumlah penumpang.

"Dana subsidi harus memadai, penumpang juga harus ada (yang membayar). Sehingga seimbang dan itulah yang kemudian digunakan sebagai pelayanan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta itu kepada Sindonews usai diskusi di hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Menurutnya, jika anggaran subsidi kecil maka pelayanan pun akan buruk. "Semakin kecil anggaran yang diberikan kepada KAI, semakin jelek pelayanannya. Lebih bagus pemerintah subsidi angkutan umum daripada subsidi kendaraan pribadi, tidak fair itu," ujar dia.

Iskandar menjelaskan, bahwa pembangunan sarana infrastruktur seperti pembuatan flyover harus dipercepat untuk meningkatkan frekuensi kereta di perlintasan sebidang.

Terkait harga tiket yang berlaku jika kereta Commuter dan ekonomi digabung, pihaknya lebih menyukai sitem distance based. Jadi, tarif kereta bukan dihitung dari kelasnya, namun berdasarkan jarak.

"Kenapa dari Bogor ke Jakarta dan dari Depok ke Jakarta bedanya cuma Rp1.000. Karena itu, tarifnya saya lebih suka distance based, sehingga menguntungkan orang yang bepergian dalam jarak dekat dan memaksa orang tinggal di lingkungan yang dekat dan cenderung hemat energi," tuturnya.

Dia juga menerangkan, bahwa penggunaan e-ticketing akan lebih dirasa adil oleh para pengguna kereta. Karena orang yang bepergian dalam jarak dekat tidak perlu menyubsidi orang yang bepergian jarak jauh.

"Hitungan KAI (nantinya) tarifnya Rp5.381, berarti ada selisih dari yang sekarang Rp2.000, lebih dari Rp200 persen itu. Sebenarnya e-ticketing akan lebih adil bagi pengguna. Jadi yang jalan dekat tidak perulu menyubsidi orang yang rumahnya jauh," pungkas Iskandar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
58 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved