2.330 perusahaan di DIY belum ikut Jamsostek

Senin, 01 April 2013 - 17:53 WIB
2.330 perusahaan di...
2.330 perusahaan di DIY belum ikut Jamsostek
A A A
Sindonews.com - Semua pekerja di DI Yogyakarta (DIY) belum terlindungi dari jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 20/2012, mestinya semua perusahaan wajib mengikutsertakan jaminan ini.

Setidaknya, masih ada 56.919 tenaga kerja dari 2.330 perusahaan yang belum mengikutsertakan dalam program ini. Kepala cabang PT Jamsostek DIY, Heru Prayitno mengatakan, sampai Maret 2013, ada 2.932 perusahaan dengan 125.507 tenaga kerja yang telah mengikuti program ini.

Saat ini, masih ada 122 perusahaan dengan 8.155 tenaga kerja yang sedang dalam proses pendaftaran. "Perusahaan terbanyak ini ada di Sleman dengan 881 perusahaan dan tenaga kerja aktif 47.105 disusul kota," ungkapnya, senin (1/4/2013).

Dari keseluruhan perusahaan yang ikut Jamsostek, kata dia, hanya sekitar 1.510 perusahaan yang telah mengikuti empat program yang ada. Yaitu, jaminan pemeliharaan kesehatan, jaminan hari tua, kecelakaan kerja, dan jaminan kematian. Sisanya hanya mengikuti sebagian program, atau dikenal dengan perusahaan sebagian program.

"Masih ada sekitar 2.330 perusahaan yang belum mengikutsertakan program Jamsostek," tegas Heru.

Saat ini, di DIY terdapat sekitar 1,8 juta pekerja dengan 60 persen diantaranya bergerak di sektor informal. Mulai dari industri rumahan, industri kecil dan beberapa usaha lainnya.

Menurut Heru, saat ini klaim terhadap jaminan kesehatan lebih luas. Diantaranya mengcover kanker, HIV/AIDS, transplantasi organ, hingga haemodialisa (cucu darah).

Kabid Pemasaran Jamsostek Cabang Yogyakarta, Hasan Fahmi menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan soft opening kantor cabang pembantu Sleman. Kantor yang berada di Jalan Godean Km 4,5 ini, menjadi kantor cabang pembantu pertama di DIY. Kedepan, setiap kabupaten/kota juga akan dilengkapi dengan kantor seperti itu. "Grand opening sendiri akan dilaksanakan pada 9 April 2013," ujarnya.

Hasan menjelaskan, keputusan membuat kantor cabang menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan diri dengan konsumen. Dengan cara ini, layanan jamsostek akan lebih terjangkau. "Harapan kita ini bisa membuat pelayanan lebih maksimal," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Pos Indonesia Salurkan...
Pos Indonesia Salurkan Bantuan Uang Sembako Pensiunan PT Pelindo (Persero)
Kenali 11 Jurusan Kuliah...
Kenali 11 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar BUMN PT Persero
PT PP (Persero) Tbk...
PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
16 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
52 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved