2012, kredit OCBC NISP tumbuh 28 persen

Kamis, 04 April 2013 - 12:39 WIB
2012, kredit OCBC NISP...
2012, kredit OCBC NISP tumbuh 28 persen
A A A
Sindonews.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 28 persen atau menjadi Rp52,9 triliun pada 2012.

Presiden Direktur & CEO OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, pada 2012 pihaknya berhasil membukukan peningkatan kinerja melalui optimasilasi penyaluran kredit pada semua sektor. Dari industri besar hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Tahun lalu, kami berhasil menyalurkan kredit senilai Rp52,9 trilun. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan kinerja OCBC NISP selama satu tahun terakhir," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/4/2013).

Walaupun mencatat pertumbuhan kredit sampai 28 persen, namun OCBC NISP berhasil menjaga rasio kredit bermasalah. Selama periode 2012, manajemen berhasil menjaga nonperforming loan (NPL) gross pada posisi 0,9 persen. Rasio kredit bermasalah OCBC NISP turun signifikan dari posisi NPL pada 2011 pada kisaran 1,3 persen.

Selain mencatat pertumbuhan kinerja kredit, OCBC NISP mampu membukukan peningkatan DPK. Selama 2012, DPK Bank OCBC NISP tercatat menjadi Rp60,8 triliun atau tumbuh 28 persen dibandingkan periode yang sama 2011. "Peningkatan signifikan atas DPK menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Bank OCBC NISP," ujarnya.

Menurut dia, tingginya pertumbuhan DPK dan kredit selama periode 2012, berkontribusi terhadap peningkatan aset. Per akhir 2012, aset Bank OCBC NISP berhasil tumbuh sebesar 32 persen menjadi Rp79,1 triliun. Peningkatan aset OCBC NISP menunjukkan kekuatan OCBC NISP untuk bersaing lebih luas.

Parwati menuturkan, kinerja keuangan 2012 dinilai sesuai rencana dan memuaskan. Padahal, sepanjang 2012, diantara berbagai perkembangan ekonomi dan politik global yang penuh dinamika. Namun perusahaannya tetap bertahan dan meningkatkan kinerja. Bank OCBC NISP berhasil melanjutkan pencapaian kinerja positf untuk mewujudkan pertumbuhan usaha berkesinambungan.

"Pada 2013, Bank OCBC NISP akan terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi internal sekaligus meningkatkan pertumbuhan aset melalui beragam produk unggulan dan layanan. Kami akan melayani nasabah sesuai kebutuhan," tuerangnya.

Selain itu, perusahannya juga akan memperkuat sinergi bisnis, teknologi dan operasional untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat pertumbuhan bisnis melalui dukungan grup.

Atas rencana ekspansi yang lebih besar itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Terbatas (RUPST) OCBC NISP memutuskan penggunaan dana laba bersih 2012 untuk diinvestasikan pada perusahaan. Yaitu untuk memperkuat posisi permodalan perseroan dan tidak dibagikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham.

"Rencana pertumbuhan bisnis yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan memerlukan investasi cukup besar dalam penguatan infrastruktur untuk mendukung perkembangan Bank” tambah Parwati.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hei Milenial, Nabung...
Hei Milenial, Nabung Mulai Rp20.000 Bisa Jadi Miliarder Saat Pensiun
Bank OCBC NISP Gelar...
Bank OCBC NISP Gelar RUPST
Bank OCBC NISP Bagi...
Bank OCBC NISP Bagi Dividen Tunai Rp72 per Saham
OCBC Luncurkan Hasil...
OCBC Luncurkan Hasil Riset Financial Fitness Index 2025
OCBC NISP Raih Laba...
OCBC NISP Raih Laba Rp791 Miliar di 2019
Bank OCBC NISP Catat...
Bank OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp791 Miliar di Kuartal I
Berita Terkini
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
9 menit yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
19 menit yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
11 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
13 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
13 jam yang lalu
Infografis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Saat Nataru 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved