Kadin: Pengusaha butuh jaminan hukum investasi

Kamis, 04 April 2013 - 16:13 WIB
Kadin: Pengusaha butuh...
Kadin: Pengusaha butuh jaminan hukum investasi
A A A
Sindonews.com - Melihat banyaknya investasi yang dilakukan pengusaha nasional/asing, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera menerbitkan sejumlah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (perpu) atau penerbitan undang-undang secepatnya.

Hal tersebut bertujuan agar pengusaha mendapat jaminan hukum yang kuat. Kadin melihat iklim politik Indonesia belum menjamin investasi yang dilakukan pihak swasta.

"Karena beberapa nilai investasi yang dilakukan pihak swasta sangat besar dan membutuhkan waktu pengembalian investasi cukup lama, maka perlu perlindungan hukum yang kuat dan tegas," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog Natsir Mansyur dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Kamis (4/4/2013).

Natsir memaparkan, terdapat lima Perpu atau UU yang diharapkan segera diterbitkan. Pertama, tentang program konektivitas berbasis maritim base yang dapat menghubungkan antara satu pulau/provinsi yang ekonominya dapat lebih efisien.

Kedua, program pembangunan industri primer minerba (tembaga, aluminium, nikel, besi, timah, emas), industri petrokimia pembangunannya perlu dipercepat. Karena selama ini industri hilir nasional tidak sehat, sangat tergantung impor bahan baku.

Hal tersebut perlu diatur agar tersebar di daerah dengan baik sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi daerah luar Jawa yang berdampak pada pemerataan ekonomi.

Ketiga, investasi minerba/petrokimia yang sudah berjalan perlu dilindungi dan diberikan kesempatan untuk perluasan dan peningkatan produksi. Bahkan diberikan insetif yang mau bekerja sama dengan swasta atau pengusaha daerah.

"Saya yakin dengan adanya jaminan perlindungan hukum yang kuat dan tegas maka investasi akan naik terus di daerah khususnya luar Jawa. Karena daerah tertinggal ini penghasil sumber daya alam yang besar maka minerba dan komoditi perlu dibentuk pemasaran bersama minerba dan komoditi," ujar dia.

Keempat, lanjut Natsir, terkait program percepatan pembangunan dan perdagangan perbatasan. Hal ini agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi daerah sehingga perlu diberikan otoritas regulasi untuk mengatur daerah perbatasan.

"Untuk perdagangan dan pembangunannya selama ini birokrasi di kementrian lain sangat ruwet. Dengan adanya otoritas BNPP sendiri maka dapat mempercepat akselerasi ekonomi perbatasan," kata Natsir.

Kelima, Bulog perlu diberikan otoritas hukum yang kuat untuk menangani komoditi beras, jagung, kedelai, bawang putih, daging sapi, dan lainnya. Karena, tidak seimbang antara supply dan demand.

"Komoditi itu selalu menimbulkan persoalan tahunan secara bergilir, sehingga perlu diatur oleh lembaga seperti Bulog. Namun Bulog perlu diberikan hukum otoritas yang kuat," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Konvensi ALB KADIN Digelar...
Konvensi ALB KADIN Digelar Besok secara Daring
Rosan, Arsjad dan Anin...
Rosan, Arsjad dan Anin Puas dengan Hasil Munas KADIN
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
13 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
18 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
19 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved