Pipanisasi migas di Mura diduga langgar PP Kementamben

Jum'at, 05 April 2013 - 14:44 WIB
Pipanisasi migas di...
Pipanisasi migas di Mura diduga langgar PP Kementamben
A A A
Sindonews.com - Pipanisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, milik perusahaan skala nasional diduga tidak sesuai aturan Kementamben No 300/1997.

Dari informasi yang dihimpun, pipanisasi yang melintas di perkebunan warga dan di sepanjang jalan perumahan warga tidak ditanam. Keberadaan pipa itu, antara lain di Desa Sukakarya Stasiun Bor 8, Desa Ciptodadi Kecamatan Tuan Negeri, di sepanjang jalan raya Kecamatan BTS Ulu, Kecamatan Pelawe, Kelurahan Bangun Jaya. Diduga pipanisasi yang tidak ditanam itu milik PT Medco E&P Blok Soka dan PT Pertamina Blok Musi.

Camat Sukakarya, Dicky Zulkarnain mengatakan, memang ada pipanisasi migas yang tidak ditanam di wilayahnya. Namun keberadaan pipa tersebut sudah lama. Sehingga, tidak diketahui siapa yang duluan berada di lokasi itu. Apakah masyarakat atau pemilik pipanisasi.

"Pipanisasi itu milik PT Pertamina Blok Musi. Jika terjadi kebocoran pihaknya senantiasa berkoordinasi cepat dan perusahaan melakukan langkah proaktif penanganan pipa yang bocor," ujar Dicky, Jumat (5/4/2013).

Hal senada dikatakan Camat BTS Ulu, Dedi Juarsah. Dia mengaku memang banyak pipanisasi milik perusahaan yang tidak ditanam. Diduga salah satunya milik PT Medco E&P. "Ya itu ada pipa milik Medco dan sudah lama berada di wilayah tersebut," kata Dedi.

Sementara itu, GA/Security PT Medco E&P, Sutami mengatakan, pada prinsipnya Medco mematuhi aturan pipanisasi. Dan penanaman instalasi pipanisasi sesuai standar yang telah ditentukan. "Memang ada pipa minyak yang tidak ditanam. Tetapi, semua dilakukan sesuai standar aturan yang ada," tegas dia.

Untuk pipa jenis Tranglen merupakan pipa dari sumur-sumur minyak menuju stasiun penggumpul. Untuk pipa ini memang banyak berada di permukaan tanah.

Alasan pipa tidak ditanam karena minyak yang diperoleh tidak tahu kondisi campurannya yang mengalir. Sehingga, untuk korosi pipa sangat besar dan dibutuhkan penempatan di atas permukaan tanah. Tetapi, di sepanjang pipa diberikan tanda rambu agar mudah dilihat oleh masyarakat.

Terpisah, Humas PT Pertamina Field Pendopo, Turjasari mengatakan, pipa migas yang ada sudah sejak dulu dan sudah lama. Sehingga, untuk melakukan penanaman dibutuhkan anggaran besar. Tetapi, PT Pertamina tetap membuat program menanam pipa tersebut secara bertahap.

"Memang pipa yang tidak ditanam di lokasi Desa Musi Barat Kecamatan Sukakarya milik PT Pertamina Blok Musi. Direncanakan pipa itu dilakukan penanaman sepanjang 1.300 meter tahun ini juga secara bertahap. Karena memakan biaya cukup besar," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
12 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
40 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
52 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved