Industri perdagangan kekurangan tenaga sales

Selasa, 09 April 2013 - 16:09 WIB
Industri perdagangan...
Industri perdagangan kekurangan tenaga sales
A A A
Sindonews.com - Kebutuhan sektor industri perdagangan terhadap tenaga kerja sales masih cukup besar, untuk meningkatkan penjualan ritel kepada masyarakat. Sayang, kebutuhan tersebut sulit terpenuhi karena minimnya sumberdaya yang tersedia.

Champion Sales Trainer, Dedy Budiman mengakui, kebutuhan industri terhadap tenaga sales masih cukup besar. Dalam satu industri perdagangan, satu tenaga kerja back office paling tidak membutuhkan supporting dari empat tenaga sales untuk melakukan penjualan langsung kepada masyarakat.

"Industri di Indonesia masih membutuhkan jutaan tenaga sales. Terutama industri besar seperti otomotif dan perdagangan lainnya," kata Dedy di sela-sela grand launching Komunitas Sales Indonesia (Komisi) Jawa Barat (Jabar) di Kota Bandung, Selasa (9/4/2013).

Sebagai perbandingan, lanjut dia, dari 11 perusahaan sekitar 10 perusahan saat ini dalam posisi kekurangan tenaga sales. Hampir sebagian besar perusahaan, kekurangan tenaga sales. Padahal, mereka membutuhkan ketersediaan tenaga sales untuk meningkatkan penjualan. Sales menjadi ujung tombak keberhasilan cash flow perusahaan.

"Sayangnya, ketersediaan sumberdaya manusia pada bidang sales, dalam hal ini sales profesional, masih sangat sedikit. Profesi sales, selama ini dipandang sebelah mata. Hanya sebagian kecil masyarakat dan lulusan perguruan tinggi yang mau menekuni profesi tersebut. Padahal, dari sisi income, peluang tenaga sales mendapat penghasilan lebih besar, sangat terbuka lebar," terang dia.

Dedy juga menyayangkan pemerintah yang hanya menekankan tumbuhnya wirausaha baru. Padahal, untuk menjadi entrepreneur, membutuhkan modal tidak sedikit. Semestinya, lanjut dia, pemerintah memberi perhatian terhadap peningkatkan kualitas SDM pada bidang sales. Karena, bidang ini menjadi ujung tombak penjualan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Perdagangan Dunia Tahun...
Perdagangan Dunia Tahun Ini Mengalami Perlambatan 10,4%
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
12 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
53 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved