Produksi RFID tahun ini, INTI gandeng perusahaan China

Selasa, 09 April 2013 - 17:38 WIB
Produksi RFID tahun...
Produksi RFID tahun ini, INTI gandeng perusahaan China
A A A
Sindonews.com - Setelah memenangkan tender pengadaan radio frequency identification (RFID) untuk monitoring dan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari PT Pertamina, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) menyatakan akan segera merealisasikannya sesuai dengan spesifikasi dan jadwal yang sudah ditentukan.

"Rencananya, INTI akan memasang perangkat RFID yang berbentuk cincin pada sekitar 100 juta unit kendaraan meliputi 11 juta mobil, 80 juta sepeda motor, 3 juta bus dan 6 juta truk di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama INTI, Tikno Sutisna di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Tikno menerangkan, penerapan RFID akan dilakukan secara bertahap. "Yang pertama adalah monitoring. Kami patok harga pada fase monitoring sebesar Rp17,58 rupiah per liter. Sedangkan untuk fase pengendalian dari PT INTI adalah sebesar Rp591 miliar. Kalau yang pengendalian investasinya itu dilakukan one time (satu kali saat investasi awal)," terangnya.

Untuk penyedian teknologinya, perseroan akan mendatangkannya langsung dengan menggandeng pabrikan-pabrikan asal China. Namun demikian, dia enggan menyebutkan merek dari peralatan yang diproduksi pabrikan asal China tersebut.

"Tidak ada mereknya, pabriknya ada di China. Kebutuhan tahun ini agak berat untuk mengembangkan sendiri. Jadi untuk tahap pertama ini, kami bawa dari pabrikan di China. Datang sesuai jadawal kita dengan Pertamina. Bulan Juli harus sudah mulai online," tandasnya.

Direktur Pemasaran INTI, Adiaris menerangkan, penerapan RFID tersebut memungkinkan otomasi transaksi BBM yang akan membantu sistem distribusi dan pengawasan konsumsi BBM dilakukan secara transparan kepada masyarakat.

"Jadi kalau sudah masuk fase pengendalian, nanti alat yang dipasang di kepala selang BBM (nozzle) akan membaca RFID yang berisi informasi perihal data kendaraan. Jadi, nanti BBM yang keluar hanya akan keluar sesuai kuota kendaraan itu saja, sehingga lebih mudah mengontrol distribusi BBM bersubsidi kendaraan bermotor," tegasnya.

Adapun kontrak INTI dengan Pertamina untuk pengadaan RFID selama lima tahun. Untuk tahun ini, INTI akan mengimpor teknologinya dari China. Sedangkan pada tahun depan, perseroan akan mulai memproduksi alat tersebut di perusahaan lokal.

Jumlah RFID yang dipasok tahun ini mencapai 100 unit, namun akan meningkat sekitar 10 persen per tahunnya hingga berakhir masa kontrak.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat UGM: BBM Subsidi...
Pengamat UGM: BBM Subsidi Salah Sasaran Bebani APBN Rp90 Triliun
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian Pertalite, Anggota DPR : Jangan Sampai Rugikan Rakyat
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
Wanti-wanti Soal Pembatasan...
Wanti-wanti Soal Pembatasan BBM Bersubsidi, Legislator Beri Catatan Ini
Setelah Harganya Naik,...
Setelah Harganya Naik, Konsumsi BBM Subsidi Bakal Segera Dibatasi
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved