Triwulan I/2013, rupiah masih mengalami tekanan depresiasi

Kamis, 11 April 2013 - 15:37 WIB
Triwulan I/2013, rupiah...
Triwulan I/2013, rupiah masih mengalami tekanan depresiasi
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan depresiasi pada triwulan I/2013, meskipun lebih moderat sejalan dengan berlanjutnya aliran modal masuk.

Hal ini sebagai hasil dari kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental, baik melalui penguatan mekanisme intervensi valas, penerapan term deposit (TD) valas maupun pendalaman pasar valas.

"Nilai tukar rupiah secara rata-rata melemah sebesar 0,7 persen (qtq) mencapai Rp9.680 per dolar AS dengan volatilitas pada triwulan I/2013 yang masih terjaga. Ke depan, dengan mempertimbangkan kondisi NPI pada triwulan II/2013, tekanan depresiasi nilai tukar rupiah diprakirakan juga akan moderat," jelas Gubernur BI, Darmin Nasution di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Darmin menjelaskan, gejolak harga bahan pangan mendorong tingginya inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Maret 2013. Inflasi IHK Maret 2013 mencapai 0,63 persen (mtm) atau 5,90 persen (yoy) di atas rata-rata historisnya.

Inflasi kelompok volatile foods tercatat sangat tinggi yaitu 2,44 persen (mtm) atau 14,20 persen (yoy), khususnya pada komoditas bawang putih, bawang merah dan cabai akibat gangguan pasokan terkait dengan kebijakan impor yang diterapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, inflasi inti masih stabil sebesar 4,21 persen (yoy) sejalan dengan ekspektasi inflasi masyarakat yang masih terjaga dan kapasitas produksi yang masih memadai.

"Ke depan, tekanan inflasi diharapkan mereda seiring dengan langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi gangguan pasokan bahan pangan dan datangnya musim panen. Langkah-langkah koordinasi melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diperkuat untuk pengendalian inflasi baik di pusat maupun daerah," paparnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
18 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
54 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved