Adaro alokasikan capex USD200 juta

Jum'at, 19 April 2013 - 13:02 WIB
Adaro alokasikan capex...
Adaro alokasikan capex USD200 juta
A A A
Sindonews.com - Untuk mendukung rencana pengembangan usaha perseroan sepanjang tahun 2013, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD150-200 juta.

Dana capex berasal dari kas internal perseroan maupun fasilitas siaga (standby facility). Adapun dana belanja modal tersebut nantinya akan digunakan perseroan untuk mengakuisisi lahan dan maintanance (pemeliharaan) alat-alat produksi serta untuk pengembangan usaha.

"Fifty-fifty (dana capex) akan kami gunakan untuk akusisi lahan dan peningkatan usaha perseroan," ujar Corporate Secretary ADRO, Devindra Ratzarwin usai RUPTS di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Sementara sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar USD3,72 Miliar atau turun 6,6 persen dibanding 2011 sebesar USD3,99 Miliar.

Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir menerangkan, penurunan juga terjadi pada laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, dimana tercata sebesar USD385,3 juta atau turun 30 persen UDS 550,35 juta di tahun 2011.

"Penurunan terjadi disebabkan, penurunan volume penjualan, dan harga jual rata-rata yang lebih rendah dari tahun sebelumnya yang dikarenakan kondisi pasar batubara yang belum kondusif," ujar Thohir.

Adapun, total aset perseroan hingga akhir 2012 tercatat sebesar USD6,69 miliar atau naik 18,3 persen dibandingkan tahun 2011. Sedangkan total kewajiban naik sebesar 15 persen menjadi USD 3.70 miliar.

"Total ekuitas perseoran tumbuh sebesar 23 persen menjadi USD 2,99 miliar yang disebabkan adanya peningkatan laba ditahan dari laba bersih tahun buku 2012," terangnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boy Thohir Menjaga Performa...
Boy Thohir Menjaga Performa Bisnis Adaro di Tengah Pandemi
6 Jurusan Kuliah yang...
6 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan PT Adaro Minerals, Perusahaan dengan Saham Tercuan 2022
Adaro Optimistis Permintaan...
Adaro Optimistis Permintaan Batu Bara Meningkat hingga Akhir Tahun
1.000 Konsentrator Oksigen,...
1.000 Konsentrator Oksigen, Dukungan Adaro untuk Penanganan Covid-19
Boy Thohir dan Keluarganya...
Boy Thohir dan Keluarganya Borong 7,3 Juta Lembar Saham AADI
Waduh, Usai RUPST Akun...
Waduh, Usai RUPST Akun Instagram Adaro Energy Lenyap! Nyaris Seminggu Tak Bisa Diakses
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved