Q1, Jamsostek penuhi 44,35% target laba 2013
Sabtu, 20 April 2013 - 13:38 WIB
Q1, Jamsostek penuhi 44,35% target laba 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Jamsostek (Persero) sepanjang kuartal I tahun ini berhasil membukukan laba Rp973,46 miliar atau telah memenuhi sekitar 44,35 persen dari target laba dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2013 mencapai Rp2,19 triliun.
"Capaian laba kami hingga Maret (2013) sudah mencapai Rp973,46. Kami harapkan akhir tahun, target kita bisa terpenuhi," ujar Direktur Keuangan Jamsostek, Herdy Trisanto dalam keterangannya, Sabtu (20/4/2013).
Selain capaian yang cukup agresif pada laba setelah pajak, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan juga mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp4,01 triliun. Angka tersebut sekitar 16,15 persen dari target dana kelolaan dalam RKAP 2013 sebesar Rp24,85 triliun.
Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jamsostek (Persero), Amri Yusuf menerangkan, sepanjang tahun 2013 Perseroan akan mengalokasikan belanja modal Rp30 miliar hingga Rp40 miliar, angka tersebut sama dengan dengan anggaran belanja modal tahun lalu.
"Anggaran belanja modal kita tidak banyak Rp30-Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun lalu. Itu akan digunakan untuk penambahan kantor kanwil dan pembelian barang-barang rutin," jelas dia.
"Capaian laba kami hingga Maret (2013) sudah mencapai Rp973,46. Kami harapkan akhir tahun, target kita bisa terpenuhi," ujar Direktur Keuangan Jamsostek, Herdy Trisanto dalam keterangannya, Sabtu (20/4/2013).
Selain capaian yang cukup agresif pada laba setelah pajak, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan juga mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp4,01 triliun. Angka tersebut sekitar 16,15 persen dari target dana kelolaan dalam RKAP 2013 sebesar Rp24,85 triliun.
Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jamsostek (Persero), Amri Yusuf menerangkan, sepanjang tahun 2013 Perseroan akan mengalokasikan belanja modal Rp30 miliar hingga Rp40 miliar, angka tersebut sama dengan dengan anggaran belanja modal tahun lalu.
"Anggaran belanja modal kita tidak banyak Rp30-Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun lalu. Itu akan digunakan untuk penambahan kantor kanwil dan pembelian barang-barang rutin," jelas dia.
(rna)
Lihat Juga :