Faktor pemicu menguatnya rupiah pekan ini

Sabtu, 20 April 2013 - 14:57 WIB
Faktor pemicu menguatnya...
Faktor pemicu menguatnya rupiah pekan ini
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini berhasil menguat dipicu sentimen positif dari internal dan eksternal.

Kepala riset Trus Securities, Reza Priyambada mengatakan, naiknya nilai tukar rupiah pada Jumat (19/4/2013) didorong rilis naiknya investasi China sebesar 1,4 persen dibanding sebelumnya -1,4 persen.

"Selain itu, rilis kenaikan leading index Australia dan imbas menguatnya IHSG yang disertai dengan naiknya aliran dana asing serta melemahnya harga komoditas emas sebagai safe heaven asset," kata dia, Sabtu (20/4/2013).

Di sisi lain, adanya rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan akan meningkatkan laju inflasi diekspektasikan oleh pelaku pasar bahwa BI akan segera menyesuaikan level BI rate dari yang ada saat ini di level 5,75 persen, dengan data inflasi 5,9 persen (YoY) yang lebih tinggi.

Namun, kenaikan rupiah dibatasi olah penilaian APBN 2013 akan mengalami pembengkakan dengan kisaran 2-2,4 persen dari 2012 sebesar 1,63 persen. Padahal di awal pekan sempat stagnan terimbas dari data-data China yang memberi sinyal masih adanya perlambatan di negara tersebut dan masih adanya ganjalan masalah di Siprus terkait perkiraan penambahan dana bailout di atas perkiraan dan Portugal yang Mahkamah Konstitusinya telah membatalkan sebagian kebijakan penghematan pemerintah.

Sejumlah sentimen negatif lainnya, antara lain rilis penurunan penjualan kendaraan di Australia, hasil pertemuan RBA yang mengindikasikan tidak akan berlanjutnya pelonggaran moneter, rilis data inflasi di Inggris yang secara bulanan turun, namun secara tahunan tetap dan dari sisi core inflation tahunan justru naik.

Di samping itu, rilis kenaikan inflasi zona Eropa, rilis penurunan ZEW Economic Sentiment Jerman dan zona Eropa serta pernyataan salah Satu pejabat tinggi ECB, Jens Weidman, yang juga gubernur bank sentral Jerman yang mendukung rencana ECB untuk menurunkan tingkat suku bunganya lebih lanjut jika kondisi ekonomi semakin terpuruk; serta komentar Presiden ECB, Mario Draghi, yang berencana menurunkan nilai mata uang Eropa agar dapat meningkatkan daya saing ekspor di zona Eropa turut mendapat respon negatif.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik 14 poin menjadi Rp9.709 per USD dibanding hari sebelumnya Rp9.723 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
21 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
46 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
52 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved