IHSG hari ini dibayangi tekanan jual
Senin, 22 April 2013 - 08:22 WIB
IHSG hari ini dibayangi tekanan jual
A
A
A
Sindonews.com - Kendati sempat melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tampaknya masih menunjukkan keinginannya untuk menguat tipis cenderung terbatas.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.974-4.995 dan resistance 5.015-5.026. Berpola menyerupai shooting star di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD naik tipis dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya," kata Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (22/4/2013).
Terbentuknya candle tersebut mengindikasikan mulai adanya tekanan jual. Dia menuturkan, jika persepsi pelaku pasar mulai jualan maka sulit bagi IHSG untuk bertahan kecuali ada sentimen positif yang signifikan bisa menahan penurunan IHSG dan mampu mengangkat kembali ke zona hijau.
"Semoga IHSG masih lupa dengan gap di level 4.945-4.954 dan terutama gap di level 4.786-4.799," tambahnya.
Dalam ulasan-ulasan sebelumnya, Reza mengakui, timnya selalu mengingatkan adanya peluang pembalikan arah yang bisa saja terjadi pasca IHSG menyentuh level psikologisnya.
"Bukan maksud kami untuk bernada pesimis terhadap pencapaian tersebut, namun kami lebih melihat dari sisi riilnya, dimana secara psikologis dan historikal bahwa IHSG akan cenderung berbalik arah ketika berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya," tegasnya.
Kenaikan tanpa faktor fundamental yang kuat bagi IHSG ibarat bangunan tanpa pondasi karena hanya berupa ekspektasi dan persepsi semata. Bahkan ketika asing masih nett buy, bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa sudah mulai menghijau, IHSG justru bergerak sebaliknya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5.023,71 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.985,97 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.998,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar dia.
Pergerakan nilai tukar rupiah rebound setelah data-data AS kembali tidak memperlihatkan kemajuan. Klaim pengangguran meningkat, CB leading indicator turun dan perlambatan pertumbuhan manufaktur di wilayah Philadelphia. Kesemua sentimen negatif ini meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan bond buying programnya.
Rupiah juga mendapat sentimen positif dari China dengan kenaikan yuan meski data CB leading economic index menurun dan naiknya current account zona Eropa.
Indeks saham Asia menguat dengan dukungan saham-saham pertambangan dan beberapa saham di sektor lainnya setelah rilis beberapa kinerja emitennya berhasil melampaui estimasi. Sebut saja, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. yang merilis estimasi kenaikan penjualan kuartalan, lalu Qingdao Haier Co., pembuat kulkas, hingga Northeast Securities Co. yang melaporkan profit di atas perkiraan.
Begitupun dengan China Southern Airlines Co. yang mendapat profit dari penguatan nilai yuan. Di sisi lain, perkiraan ekonom pemerintahan China bahwa ekonominya akan rebound diapresiasi positif yang diikuti dengan rencana pemerintah China melalui PboC untuk melebarkan rentang perdagangan yuan.
Begitupun dengan kenaikan seluruh industry activity index (MoM) dan leading economic index Jepang yang juga direspon positif.
Bursa saham Eropa variatif dengan sentimen dari penurunan producer price index Jerman; kenaikan current account zona Eropa, penurunan industrial orders and sales Italia, serta trade balance Spanyol.
Saham-saham produsen komoditas mengalami rebound antara lain BHP Billiton dan Anglo American yang melaporkan kinerja output bijih besi, batubara, dan tembaga mengalami peningkatan. Begitupun dengan Kumba Iron Ore Ltd., Rio Tinto Group, dan Vedanta Resources Plc. yang juga menguat.
Aksi beli juga terjadi pada sektor konsumer, dimana saham Loreal SA menguat setelah merilis pendapatan melebihi perkiraan.
Bursa saham AS rebound dengan sentimen kenaikan mayoritas saham-saham setelah rilis membaiknya laporan keuangan dari Capital One Financial Corp., Google Inc. dan Microsoft Corp. yang di atas ekspektasi pasar, namun diiringi dengan kinerja IBM Corp. dan McDonalds Corp. yang turun. Selain itu, saham-saham konsumer, telekomunikasi dan farmasi turut mengalami penguatan.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.974-4.995 dan resistance 5.015-5.026. Berpola menyerupai shooting star di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD naik tipis dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya," kata Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (22/4/2013).
Terbentuknya candle tersebut mengindikasikan mulai adanya tekanan jual. Dia menuturkan, jika persepsi pelaku pasar mulai jualan maka sulit bagi IHSG untuk bertahan kecuali ada sentimen positif yang signifikan bisa menahan penurunan IHSG dan mampu mengangkat kembali ke zona hijau.
"Semoga IHSG masih lupa dengan gap di level 4.945-4.954 dan terutama gap di level 4.786-4.799," tambahnya.
Dalam ulasan-ulasan sebelumnya, Reza mengakui, timnya selalu mengingatkan adanya peluang pembalikan arah yang bisa saja terjadi pasca IHSG menyentuh level psikologisnya.
"Bukan maksud kami untuk bernada pesimis terhadap pencapaian tersebut, namun kami lebih melihat dari sisi riilnya, dimana secara psikologis dan historikal bahwa IHSG akan cenderung berbalik arah ketika berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya," tegasnya.
Kenaikan tanpa faktor fundamental yang kuat bagi IHSG ibarat bangunan tanpa pondasi karena hanya berupa ekspektasi dan persepsi semata. Bahkan ketika asing masih nett buy, bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa sudah mulai menghijau, IHSG justru bergerak sebaliknya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5.023,71 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.985,97 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.998,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar dia.
Pergerakan nilai tukar rupiah rebound setelah data-data AS kembali tidak memperlihatkan kemajuan. Klaim pengangguran meningkat, CB leading indicator turun dan perlambatan pertumbuhan manufaktur di wilayah Philadelphia. Kesemua sentimen negatif ini meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan bond buying programnya.
Rupiah juga mendapat sentimen positif dari China dengan kenaikan yuan meski data CB leading economic index menurun dan naiknya current account zona Eropa.
Indeks saham Asia menguat dengan dukungan saham-saham pertambangan dan beberapa saham di sektor lainnya setelah rilis beberapa kinerja emitennya berhasil melampaui estimasi. Sebut saja, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. yang merilis estimasi kenaikan penjualan kuartalan, lalu Qingdao Haier Co., pembuat kulkas, hingga Northeast Securities Co. yang melaporkan profit di atas perkiraan.
Begitupun dengan China Southern Airlines Co. yang mendapat profit dari penguatan nilai yuan. Di sisi lain, perkiraan ekonom pemerintahan China bahwa ekonominya akan rebound diapresiasi positif yang diikuti dengan rencana pemerintah China melalui PboC untuk melebarkan rentang perdagangan yuan.
Begitupun dengan kenaikan seluruh industry activity index (MoM) dan leading economic index Jepang yang juga direspon positif.
Bursa saham Eropa variatif dengan sentimen dari penurunan producer price index Jerman; kenaikan current account zona Eropa, penurunan industrial orders and sales Italia, serta trade balance Spanyol.
Saham-saham produsen komoditas mengalami rebound antara lain BHP Billiton dan Anglo American yang melaporkan kinerja output bijih besi, batubara, dan tembaga mengalami peningkatan. Begitupun dengan Kumba Iron Ore Ltd., Rio Tinto Group, dan Vedanta Resources Plc. yang juga menguat.
Aksi beli juga terjadi pada sektor konsumer, dimana saham Loreal SA menguat setelah merilis pendapatan melebihi perkiraan.
Bursa saham AS rebound dengan sentimen kenaikan mayoritas saham-saham setelah rilis membaiknya laporan keuangan dari Capital One Financial Corp., Google Inc. dan Microsoft Corp. yang di atas ekspektasi pasar, namun diiringi dengan kinerja IBM Corp. dan McDonalds Corp. yang turun. Selain itu, saham-saham konsumer, telekomunikasi dan farmasi turut mengalami penguatan.
(rna)
Lihat Juga :