Tekanan jual akan bayangi laju IHSG

Selasa, 23 April 2013 - 08:12 WIB
Tekanan jual akan bayangi...
Tekanan jual akan bayangi laju IHSG
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak belum bisa lepas dari belenggu pelemahan karena aksi jual sejumlah investor yang panik lantaran menganggap IHSG sudah berada pada level maksimalnya.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.964-4.986 dan resistance 5.020-5.037. Berpola menyerupai spinning di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic terbatas kenaikannya cenderung mulai menurun.

"IHSG sempat menyentuh target resisten kami (5.015-5.026) dan tidak dapat bertahan lama. Meski IHSG masih dapat ditutup di atas target support kami (4.974-4.995), namun sempat bergerak di bawah target support tersebut," terang Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (23/4/2013).

Aksi jual, lanjut Reza, masih ada terutama dari investor lokal yang menganggap harga saham sudah kemahalan. Dia berberharap peluang downreversal belum terlalu signifikan agar menjaga laju konsolidasi IHSG.

Positifnya bursa saham AS dan Eropa sempat hijaukan bursa saham Asia, termasuk IHSG yang di awal perdagangan sempat menguat kembali di atas level 5.000.

Tetapi, dengan adanya pemberitaan yang gencar terhadap gempa yang terjadi di China membuat bursa saham China dan sekitarnya mengalami pelemahan dan tentu saja berimbas pada laju IHSG yang memang secara teknikal sudah menyentuh area overbought-nya.

Dengan kondisi tersebut, terlihat pelaku pasar memanfaatkan momen tersebut untuk melepas sebagian porsi saham. Bahkan dengan masih positifnya laju bursa saham Eropa tidak membuat aksi jual pelaku pasar berubah.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5.026,92 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.973,58 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.996,92. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah gagal melanjutkan rebound setelah terbawa penurunan nilai tukar yen setelah dalam pertemuan G20 tidak mensinyalkan adanya pertentangan terhadap kebijakan stimulus BoJ.

Dengan penurunan tajam yen memberikan kesempatan bagi USD untuk rebound, dimana sebelumnya melemah karena ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan bond buying programnya.

Pelemahan rupiah terbatas dengan sentimen stabilnya pemilu putaran kedua di Italia dan rilis data Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia untuk Q1/2013 yang menunjukkan kenaikan 27,2 persen (YoY) menjadi USD6,7 miliar.

Indeks saham Asia variatif, dimana bursa saham China melemah setelah kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak gempa yang terjadi di provinsi Sichuan yang telah merengut 186 orang. Saham-saham asuransi memimpin penurunan. Di sisi lain, Nikkei dapat menguat setelah nilai tukar yen mengalami penurunan setelah G20 menolak menentang kebijakan stimulus BoJ.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
IHSG Hari Ini Berpeluang...
IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, Boyong 7 Saham Ini
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
21 menit yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
23 menit yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
31 menit yang lalu
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
1 jam yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
1 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
1 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved