Inflasi Australia Q1/2013 di bawah perkiraan
Rabu, 24 April 2013 - 12:33 WIB
Inflasi Australia Q1/2013 di bawah perkiraan
A
A
A
Sindonews.com - Inflasi Australia datang di bawah perkiraan pada kuartal Januari-Maret (Q1) 2013, menggarisbawahi kelembutan dalam perekonomian dan penurunan suku bunga.
Dilansir dari Australia Glory, Rabu (24/4/2013), Biro Statistik Australia mengatakan, indeks harga konsumen (CPI) naik 0,4 persen pada kuartalan dan 2,5 persen year-on-year (yoy). Sementara analis memprediksi 0,7 persen dan 2,8 persen.
Angka ini meningkat 0,5 persen dan 2,2 persen dari tiga bulan sebelumnya, di mana inflasi datang dalam kuartal kedua berturut-turut jauh dari harapan. Sementara dolar Australia turun USD1,0275 ke USD1,0238 karena investor melihat bank sentral memotong suku bunga dari 3,0 persen sejak Desember 2012.
Data biro statistik juga menunjukkan, kenaikan harga untuk pembelian rumah baru, produk farmasi, pendidikan tinggi dan tembakau, mengimbangi jatuhnya biaya perjalanan liburan internasional, furniture dan buah musiman.
Australia terhindar dari resesi selama krisis global karena link yang kuat ke China. Namun ledakan pertambangan Asia-driven mendekati puncaknya dan ekonomi sedang menghadapi masa transisi yang sulit dari sektor kunci sumber daya.
Ekonomi tumbuh 0,6 persen pada kuartal Desember 2012, membukukan 21 tahun kalender ekspansi, namun kekuatan industri pertambangan dalam ekonomi lebih luas mundur dari surplus anggaran.
Dilansir dari Australia Glory, Rabu (24/4/2013), Biro Statistik Australia mengatakan, indeks harga konsumen (CPI) naik 0,4 persen pada kuartalan dan 2,5 persen year-on-year (yoy). Sementara analis memprediksi 0,7 persen dan 2,8 persen.
Angka ini meningkat 0,5 persen dan 2,2 persen dari tiga bulan sebelumnya, di mana inflasi datang dalam kuartal kedua berturut-turut jauh dari harapan. Sementara dolar Australia turun USD1,0275 ke USD1,0238 karena investor melihat bank sentral memotong suku bunga dari 3,0 persen sejak Desember 2012.
Data biro statistik juga menunjukkan, kenaikan harga untuk pembelian rumah baru, produk farmasi, pendidikan tinggi dan tembakau, mengimbangi jatuhnya biaya perjalanan liburan internasional, furniture dan buah musiman.
Australia terhindar dari resesi selama krisis global karena link yang kuat ke China. Namun ledakan pertambangan Asia-driven mendekati puncaknya dan ekonomi sedang menghadapi masa transisi yang sulit dari sektor kunci sumber daya.
Ekonomi tumbuh 0,6 persen pada kuartal Desember 2012, membukukan 21 tahun kalender ekspansi, namun kekuatan industri pertambangan dalam ekonomi lebih luas mundur dari surplus anggaran.
(dmd)
Lihat Juga :