IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.976-5.026

Kamis, 25 April 2013 - 08:19 WIB
IHSG diperkirakan bergerak...
IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.976-5.026
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada beranggapan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya ingin menguji kekuatannya lagi setelah pada perdagangan kemarin berhasil menepis anggapan akan adanya pelemahan.

Dia memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada support 4.976-4.994 dan resistance 5.020-5.026. Berpola menyerupai bright cloud di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD bergerak tipis dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bertahan dari laju downreversal.

"Adanya perkiraan pelemahan berhasil ditepis IHSG dengan kembali ke level psikologisnya. Bahkan berhasil ditutup di atas target resisten atas kami (5.010)," terang Reza, Kamis (25/4/2013).

Selama masih ada kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah (downreversal), IHSG akan cenderung terkonsolidasi sehingga akan sulit mengikuti penguatan di bursa saham global. "Semoga kenaikan ini bukanlah false signal yang dapat membuat pelaku pasar tersangkut," tegasnya.

Positifnya bursa saham AS dan Eropa pasca rilis beberapa emiten yang dapat mengimbangi variatifnya rilis indeks manufaktur memberikan imbas yang baik bagi laju bursa saham Asia, termasuk IHSG yang dapat mengalami rebound seiring dengan laju bursa saham Asia lainnya.

IHSG pun kembali menyentuh dan bahkan sempat melewati level psikologis 5.000. Akan tetapi, karena masih adanya penilaian bahwa level IHSG tersebut sudah terlalu tinggi dan kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah maka masih ada pelaku pasar yang melakukan aksi jual memanfaatkan momen kenaikan .

Bahkan pembukaan bursa saham Eropa yang positif pun hanya sedikit berpengaruh pada IHSG. "Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5.011,55 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.987,10 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.975,33. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
IHSG Hari Ini Berpeluang...
IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, Boyong 7 Saham Ini
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
27 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
41 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved