Hiswana Migas tak siap laksanakan premium dua harga

Kamis, 25 April 2013 - 19:52 WIB
Hiswana Migas tak siap...
Hiswana Migas tak siap laksanakan premium dua harga
A A A
Sindonews.com - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menegaskan tidak siap untuk melaksanakan kebijakan dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Ketua I DPD III Hiswana Migas, Eko Wuryanto mengatakan, ketidaksiapan didasarkan atas masalah yabg bakal timbul jika kebijakan itu diterapkan. Di antaranya, makin besarnya peluang penyimpangan akibat disparitas harga yang cukup besar untuk jenis produk yang sama. "Sehingga pengawasan di lapangan menjadi semakin sulit," ungkapnya di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Bahkan masalah tersebut, imbuhnya, tidak hanya dirasakan oleh DPD III Hiswana Migas. Hal itu juga akan berdampak di region lain seperti DPD II, DPD III, DPD IV, DPD V dan DPD VII yang meliputi Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Belum lagi, adanya masalah kendaraan pelat hitam yang digunakan untuk usaha kecil dan menengah yang merasa berhak untuk membeli dengan harga Rp4.500. "Masalah lain, SPBU juga dihadapkan dengan masyarakat yang memaksa membeli dengan harga Rp4.500, sehingga dapat menimbulkan kerawanan sosial," kata dia.

Tidak hanya itu, efek dari kebijakan dua harga premium akan melahirkan lebih banyak lagi penjual BBM bersubsidi eceran. Hal itu, berpotensi menganggu kelanggengan usaha SPBU yang melayani kendaraan pelat hitam.

"Atas hal itu semua, kami tidak siap untuk melaksanakan kebijakan dua harga tersebut. Karena teknis pelaksanaan kebijakan dua harga ini sangat menyulitkan dan membebani anggota kami, sehingga kami meminta kepada pemerintah agar opsi pemberlakuan dua harga tersebut dikaji kembali," jelas dia.

Namun, imbuhnya, para pengusaha yang tergabung dalam Hiswana Migas dapat memahami kondisi saat ini. Sehingga perlu aturan untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi agar tidak kembali kritis.

"Kami sadar ini merupakan amanat UU APBN 2013 agar kuota BBM yang sudah ditetapkan dalam APBN 2013 tidak jebol," tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah berencana melaksanakan pengaturan penyaluran BBM bersubsidi dengan memberlakukan dua harga premium yakni harga BBM bersubsidi Rp4.500 untuk kendaraan pelat kuning dan motor dan Rp6.500 untuk mobil pelat hitam.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Anggaran Subsidi...
Pengamat: Anggaran Subsidi BBM Bisa Dialihkan untuk Kesehatan dan Pendidikan
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kenaikan Harga BBM Boleh...
Kenaikan Harga BBM Boleh Saja, Pengamat: Jangan Sekaligus, Biar Enggak Panik
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved