Inggris terhindar resesi, pounds menguat dalam 9 bulan

Sabtu, 27 April 2013 - 14:18 WIB
Inggris terhindar resesi,...
Inggris terhindar resesi, pounds menguat dalam 9 bulan
A A A
Sindonews.com - Mata uang poundsterling melonjak ke level tertinggi dalam 9 bulan terhadap dolar pekan ini, menanggapi laporan pemerintah yang menunjukkan ekonomi Inggris terhindar dari resesi pada kuartal terakhir.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (27/4/2013), Menteri Keuangan Inggris, George Osborne mengatakan, pounds menguat terhadap 16 mata uang utama, sebagai tanda yang menggembirakan bahwa ekonomi tumbuh membaik.

Bank sentral Inggris (BoE) selanjutnya akan bertemu pada 8-9 Mei mendatang, setelah para pembuat kebijakan terbagi apakah akan memperpanjang program pembelian aset yang cenderung mendevaluasi mata uang sebesar 375 miliar pound (USD581 miliar) atau tidak.

Obligasi pemerintah Inggris jatuh sebagai laporan produk domestik bruto (PDB) yang mendorong permintaan untuk aset berimbal hasil lebih tinggi.

"Pound rebound berkat kejutan PDB yang mendorong beberapa pasar menutup posisi short sterling," kata Neil Jones, kepala penjualan hedge fund di Mizuho Corporate Bank Ltd, London, mengacu pada pedagang mengakhiri taruhan mata uang akan melemah.

Pounds naik 1,6 persen minggu ini menjadi USD1,5489 pada pukul 5 sore di London kemarin, kenaikan terbesar sejak periode yang berakhir 20 April. Mata uang Inggris dihargai 1,8 persen selama lima hari perdagangan menjadi 84,11 pence per euro.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan PDB tumbuh 0,3 persen pada kuartal pertama, di mana PDB tahun sebelumnya tumbuh 0,6 persen, merupakan terbesar sejak kuartal keempat 2011.

"Saya tidak bisa menjanjikan jalan di depan akan selalu halus. Namun, dengan terus menghadapi masalah di kepala kami, Inggris sudah mulai pulih dan kami sedang membangun ekonomi yang cocok untuk masa depan," kata Osborne, dalam pernyataan yang dirilis oleh Departemen Keuangan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved