Peranan perusahaan swasta di China mendesak

Kamis, 30 Mei 2013 - 12:57 WIB
Peranan perusahaan swasta...
Peranan perusahaan swasta di China mendesak
A A A
Sindonews.com - Perekonomian China terbukti kurang responsif terhadap kredit, sehingga meningkatkan tekanan kepada Perdana Menteri Li Keqiang untuk memperkuat peran perusahaan swasta.

Langkah terluas pemerintah dalam kredit dengan kenaikan 58 persen ke rekor 6,16 triliun yuan (USD1 triliun) pada Januari-Maret, di mana produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh sebesar 7,7 persen, dibandingkan dengan 8,1 persen pada tahun sebelumnya.

Menurut data yang dilansir Bloomberg, Kamis (30/5/2013), setiap USD1 pada senjata kredit setara menambah 17 sen dalam PDB, turun dari 29 sen pada tahun lalu, dan 83 sen pada 2007, ketika pasar uang global mulai membeku.

Berkurangnya kembali pinjaman meningkatkan fokus pada kebutuhan seperti yang dikatakan Dana Moneter Internasional (IMF) kemarin, yaitu menentukan perubahan kebijakan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Tanpa memfokuskan diri pada proyek-proyek negara yang disetujui, Li dan Presiden Xi Jinping mengawasi risiko kedua perlambatan pertumbuhan dan peningkatan kredit bermasalah.

"Peminjam kurang efisien dan lebih sangat leveraged, mengikat kredit yang dapat digunakan untuk menghasilkan pertumbuhan lebih," kata David Loevinger, mantan koordinator senior urusan China, Departemen Keuangan AS.

"Untuk meningkatkan pertumbuhan, China perlu menyalurkan pembiayaan untuk perusahaan swasta yang lebih menguntungkan daripada rekan-rekan mereka di perusahaan milik negara," jelasnya.

Menurut CLSA Asia-Pacific Markets di Hong Kong, BUMN telah melihat laba atas ekuitas jatuh dalam enam tahun. Kekhawatiran terbesar dari lonjakan kredit China adalah uang yang akan dikelola perusahaan negara kinerjanya memburuk, tulis Francis Cheung, kepala strategi China-Hong Kong, dalam sebuah laporan, 9 Mei lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved