DPR desak pemerintah serius awasi K3 di PT NNT

Kamis, 30 Mei 2013 - 12:57 WIB
DPR desak pemerintah...
DPR desak pemerintah serius awasi K3 di PT NNT
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatulloh berharap agar pemerintah lebih serius melakukan langkah pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Hal ini disampaikan Poempida dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, usai melakukan kunjungan kerja bersama Tim Komisi Ketenagakerjaan di PT NNT, Kamis (30/5/2013).

Menurutnya, selama ini NNT sudah menunjukkan implementasi K3. "Sudah dilaksanakaan, tetapi bukan berarti tidak ada kekurangan," ujarnya.

Dia mencontohkan, ada ratusan ban truk yang ditumpuk secara terbuka. Ban-ban tersebut berpotensi membahayakan kesehatan bagi pekerja. Air hujan akan berpotensi masuk ke ban dan akan menimbulkan sarang nyamuk. "Yang baik buat kita ya baik juga buat pekerja," katanya.

Berdasarkan pemantauan Poempida, prosedur tambang cukup bagus, karena di NNT tidak ada tambang bawah tanah. Namun, masih ada beberapa catatan buat NNT. Pertama, transportasi darat yang mengkhawatirkan, meski ada bus dengan fasilitas sabuk pengaman (selt belt), namun ada juga bus yang tidak ada sabuk pengaman.

"Sabuk pengaman masih diperlukan karena rutenya terjal. Dengan sabuk pengaman minimal bisa meminimalisir risiko luka pekerja," ujarnya.

Kedua, kondisi fisik bus cukup tinggi, sehingga berpotensi pekerja kesulitan masuk ke bus. Hal ini berpotensi kaki pekerja mengalami kesakitan karena itu dibutuhkan tangga bantu.

Selain itu, lanjut dia, prosedur naik turun penumpang seharusnya ada satu titik halte sebagai titik kumpul pekerja. Catatan lain, menurut Poempida adalah masalah serikat pekerja. Di mana serikat pekerja terdapat dualisme kepengurusan yang sampai saat ini masih terjadi konflik dan belum ada titik temu. Masalah ini seharusnya dimediasi oleh pemerintah daerah.

"Saya curiga pemerintah daerah tidak berani sebagai mediator. Masa Jakarta yang harus urus Newmont," tegas Politisi Partai Golkar ini.

Berdasarkan pantauannya, pihaknya mendesak perlu ada sosialisasi lebih intens. Sistem K3 tidak pernah dibuat seaman mungkin. Sebagus apa pun sistemnya, tetap saja potensi kecelakaan kerja akan terjadi.

Padahal, NNT sudah meraih banyak penghargaan. Namun dalam praktiknya, faktor K3 masih diabaikan dan masih banyak kelemahan. "Walaupun mereka (NNT) sudah dapat banyak penghargaan, bolehlah kita apresiasi, namun pengawasan jangan lengah," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Pegadaian Ingin Kembali...
Pegadaian Ingin Kembali Membuat Warga NTB dan Sulut Tersenyum
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
32 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved