Freeport dituntut jelaskan soal standar kelayakan kerja

Kamis, 30 Mei 2013 - 17:57 WIB
Freeport dituntut jelaskan...
Freeport dituntut jelaskan soal standar kelayakan kerja
A A A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menuntut PT Freeport Indonesia menjelaskan soal standar kelayakan tempat kerja di areal pertambangannya.

Beberapa hari yang lalu Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea sempat mengunjungi lokasi longsornya terowongan bawah tanah di Big Gossan, Mil 74 Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Di lokasi tersebut, Andi menyaksikan lokasi ruang pelatihan bagi pekerja yang menurutnya sangat tidak layak.

"Tiga hari lalu saya datang langsung ke sana (tempat kejadian perkara) di Timika. Saya melihat situasi (kecelakaan) ada ruang kelas di bawah tanah, Ventilasinya minim," ujar Andi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Menurutnya, lokasi longsornya terowongan tersebut merupakan tempat atau kelas pelatihan bagi karyawan Freeport, sangat pengap. "Jadi itu dibilang ruang penyegaran, di bawah tanah, sekian ratus meter di bawah perut bumi. Itu yang saya bingung. Freeport mesti menjelaskan, ada area yang begitu luas, kenapa ada ruang kelas di situ," ujarnya.

Andi berharap, agar peristiwa tersebut dapat menjadi momentum untuk memperbaiki standar keselamatan dan kelayakan kerja. "Jangan kita menafikan peristiwa ini. Bukannya kita ingin mencari siapa kambing hitamnya, tetapi ke depan adalah masalah keselamatan dan kelayakan tempat kerja,"

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan runtuhnya terowongan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Big Gossan, Mil 74 Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Akibatnya, 28 pekerja menjadi korban jiwa dan 10 lainnya terluka.

Proses evakuasi memakan waktu selama 7 hari. Para korban adalah peserta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang berada di ruang kelas 11 Quality Management Services Underground. Bobot reruntuhan yang menimpa ruang ini diperkirakan tak kurang dari 500 ton.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved