Pemerintah didesak koreksi data produksi rumput laut

Rabu, 05 Juni 2013 - 10:28 WIB
Pemerintah didesak koreksi...
Pemerintah didesak koreksi data produksi rumput laut
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) meminta pemerintah untuk melakukan koreksi terhadap data produksi rumput laut, baik secara regional maupun nasional.

Ketua ARLI, Safari Azis mengatakan, data yang tidak tepat dinilai sebagai salah satu penyebab tidak adanya pengembangan strategi nasional khusus rumput laut.

Menurutnya, pelaku usaha rumput laut sering disulitkan dengan ketidaksesuaian data produksi yang ada di pemerintah. Hal ini berpengaruh dengan ketepatan metode ukur yang dipakai.

"Rumput laut itu jika diukur dalam keadaan basah memang bobotnya menjadi besar. Sementara pengusaha tidak mengenal adanya kondisi basah terutama untuk perdagangan, kecuali untuk keperluan masih bibit," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2013).

Dia mencontohkan perbedaan data produksi untuk daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai salah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel, produksi rumput laut pada 2012 mencapai 2.104.446 ton. Sementara, data dari Biro Statistik dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional hanya 75.763 ton.

"Pemerintah perlu memperbaiki data produksinya. Memang perbandingan produksi rumput laut jika diukur dalam keadaan basah dan kering itu bisa 10:1," ujarnya.

Saat ini, kata Safari, produksi per Mei 2013 diperkirakan menurun 20-40 persen. Pihaknya mempertanyakan kemana jumlah produksi rumput laut itu yang dinyatakan banyak walaupun kondisi musim tidak menentu.

"Karena faktanya para eksportir sekarang susah mencari barang. Penggunaan dalam negeri itu masih kecil, jadi tidak mungkin dengan jumlah yang besar itu bisa terserap lokal. Meskipun impor ada, tetapi jumlahnya kecil," katanya.

Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan jumlah produksi rumput laut mencapai 5 juta ton. "Jumlah itu pun sebenarnya masih melebihi kebutuhan pasar dunia," ungkap Safari.

Karena itu, ARLI sangat menyayangkan dengan validitas data yang ada di pemerintah. Indonesia, kata Safari, memang merupakan salah satu produsen terbesar, hanya saja data itu harus segera dibenahi agar tata kelola pengembangan rumput laut bisa lebih profesional dan pelaku usaha bisa mengatur strategi bisnisnya.

"Kita harapkan angka produksinya rasional, sehingga partisipasi semua pihak termasuk pengusaha bisa lebih jelas melakukan tata kelola pengembangan rumput laut untuk bisnis," kata dia.

Pihaknya mengimbau, agar pemerintah terus mendorong lahirnya Road Map Rumput laut dari hulu sampai hilir guna mempercepat perkembangan budi daya rumput laut beserta keekonomiannya. Saat ini, ARLI menilai program pemerintah antara pusat dan daerah belum sinkron.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
4 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
15 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
39 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
49 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved