Hasilkan omzet puluhan juta per bulan dari madu

Kamis, 06 Juni 2013 - 15:46 WIB
Hasilkan omzet puluhan...
Hasilkan omzet puluhan juta per bulan dari madu
A A A
Sindonews.com - Usaha ternak lebah ternyata cukup menjanjikan. Hal ini seperti yang digeluti Qozin (29), warga Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tangeh (Jateng) ini sudah akrab dengan ribuan lebah.

Bahkan, dia mampu menaklukkan lebah tanpa harus terkena sengatan. Saat berkunjung ke rumahnya, dia langsung menunjukkan pekarangan belakang rumahnya yang penuh dengan bok-bok rumah lebah. Bok berukuran sekitar 40 cm persegi itu tertata di samping tembok rumah.

Suami dari Nova Darmawanti ini memang sudah menekuni bisnis produksi madu murni sejak lima tahun yang lalu. Usaha ini terbilang langka di wilayah Borobudur. Sebab, satu produsen madu lainnya di miliki oleh Sunaryo, ayah kandung Qozin.

Berbekal pengalaman mengikuti jejak ayahnya, Qozin akhirnya mampu mengembangkan usaha ini secara mandiri.

"Sejak SD saya sering membantu orang tua mengurus usaha madu. Sehingga saya paham betul cara kerjanya. Nah, lima tahun terakhir ini saya sudah mengembangkan secara mandiri," katanya, Kamis (6/6/2013).

Awalnya, kata dia, usaha ini dimulai dengan pencarian lebah secara manual di wilayah Gunung Merapi dan Bukit Menoreh. Lebah yang didapat dipelihara di rumah selama satu bulan. Selanjutnya, lebah yang sudah mapan dipindahkan ke lokasi produksi madu yakni di Bukit Menoreh.

Menurutnya, lokasi produksi harus banyak tanaman bunga. Lahan produksi miliknya sudah disediakan ratusan bunga kaliandra dengan ukuran 100 meter persegi.

"Biasanya, lebah itu akan mencari sari bunga saat malam hari. Selanjutnya berproduksi di rumah lebah, yang kami siapkan di tiap bok," lanjutnya.

Sejauh ini, dia sudah memiliki sekitar 300 bok lebah yang berada di lokasi produksi. Selain itu, ada puluhan bok yang ada di pekarangan rumahnya.

Keberhasilan memproduksi madu dari lebah lokal, membuat Qozin ingin menembangkan usahanya ini dengan menambah lebah jenis melivera (Australia).

"Sekarang ada dua jenis lebah yang saya kembangkan untuk menghasilkan madu. Kalau melivera bisa panen madu jangka waktu sepuluh hari, sedangkan yang lokal paling produktif pada Januari sampai Agustus," terangnya.

Dalam kondisi normal, kedua jenis lebah tersebut mampu menghasilkan madu sekitar 4-5 kuintal per bulan. Namun, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, madu yang dihasilkan hanya satu kuintal per bulan.

"Usaha madu ini kaitannya dengan kondisi alam, jadi cuaca sangat berpengaruh. Kalau normal omzet bisa mencapai Rp20 juta per bulan. Tapi waktu cuaca tidak menentu bisa jadi hanya Rp3 juta per bulan," paparnya.

Saat ini, usaha madu yang diberi nama Madu Murni Ashfa ini sudah memiliki pelanggan tetap di wilayah Yogyakarta, Purwokerto, dan Jakarta. Harga per botol besar Rp70 ribu, sedangkan botol ukuran kecil seharga Rp18 ribu.

"Karena tempatnya dekat Candi Borobudur, banyak juga turis yang beli madu di sini secara ecer atau per botol," imbuh Qozin.

Sementara, terkait dengan perawatannya, dia dibantu oleh 10 karyawan. Menurutnya, perawatan lebah sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya banyak.

"Hanya membersihkan bok, barangkali ada rayapnya. Selain itu rumput di bawah bok juga harus dibersihkan. Terpenting bunganya juga terawat," jelasnya.

Selain menghasilkan madu, lebah yang dia miliki kerap dibuat terapi penyakit reumatik dan asam urat. "Tetangga sering ke sini minta sengat lebah untuk mengobati penyakit. Tapi ini hanya permintaan tetangga sendiri saja," ujar dia.

Ayah dari Ashfa Sabila dan Kurnia Masruroh ini menuturkan, terapi yang dilakukan dengan cara sengatan lebah diletakkan di tempat yang dikeluhkan sakit. "Misalnya tangan atau bagian mana, terus disengatkan saja," tuturnya.

Nova Darmawanti, istrinya menyampaikan, usaha produksi madu suaminya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Namun, dia secara terus terang tidak paham cara mengelola lebah dan madu.

"Yang paham suami saya, karena saya tidak membantu secara langsung di lapangan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
25 menit yang lalu
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
2 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
2 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved