Akuisisi lahan, SMRA terbitkan obligasi Rp2 T
Kamis, 06 Juni 2013 - 16:09 WIB
Akuisisi lahan, SMRA terbitkan obligasi Rp2 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan akan menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) atau obligasi sebesar Rp2 triliun. Rencana ini diharapkan dapat terealisasi pada akhir semester dua tahun ini, sehingga siap dipasarkan.
Direktur Utama SMRA, Johannes Mardjuki mengatakan, perseroan akan menerbitkan obligasi ini secara bertahap. Pada tahap I direncanakan nilainya mencapai Rp1 triliun. Sisanya akan diterbitkan menyusul secara berkelanjutan tergantung kebutuhan perseroan.
Aksi perseroan mengeluarkan surat utang ini dimaksdukan untuk ekspansi akuisisi lahan baru. "Kami akan menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun untuk akuisisi lahan," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Menurutnya, perseroan juga sudah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai underwriter atau penjamin emisi dalam penerbitan surat utang ini. Yaitu, PT Indo Premier Securities, PT AAA Securities, dan PT Makinta Securities. Namun kisaran nilai kupon masih belum dapat dipaparkan lebih jauh.
Perseroan menargetkan tahun ini dapat mengakuisisi sejumlah lahan di kawasan Bandung dan selatan Jakarta. Johannes menuturkan, total lahannya mencapai ratusan hektare (ha), namun tidak lebih dari 500 ha. Ekspansi bisnis perseroan di luar Jakarta, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jaringan bisnis yang dapat memperkuat kinerja dan produktivitas usaha perseroan.
Nantinya di kedua lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan sebuah kawasan hunian terpadu atau township yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan perseroan dari segi development income. Ditargetkan pada awal 2015, pembangunan kedua proyek ini dapat terealisasikan. Johannes mengakui, untuk di wilayah Bandung, perseroan telah berhasil mengakuisisi lahan seluas 190 ha.
"Kami akuisisi lahan di Bandung secara bertahap, jadi nilai investasinya masih belum jelas persisnya berapa, di situ akan kami bangun township," jelasnya.
Sedangkan untuk wilayah Selatan Jakarta, perseroan akan membentuk perusahaan joint venture dengan salah satu mitra strategis yang juga bergerak di bidang pengembangan properti. Saat ini, perseroan sedang dalam tahap finalisasi pembentukan anak usaha tersebut.
Sayangnya, dia belum bisa memaparkan siapa pihak yang diajak bekerja sama. "Yang pasti nantinya perseroan akan memiliki saham mayoritas atas kepemilikan anak usaha tersebut," ujar dia.
Direktur Utama SMRA, Johannes Mardjuki mengatakan, perseroan akan menerbitkan obligasi ini secara bertahap. Pada tahap I direncanakan nilainya mencapai Rp1 triliun. Sisanya akan diterbitkan menyusul secara berkelanjutan tergantung kebutuhan perseroan.
Aksi perseroan mengeluarkan surat utang ini dimaksdukan untuk ekspansi akuisisi lahan baru. "Kami akan menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun untuk akuisisi lahan," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Menurutnya, perseroan juga sudah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai underwriter atau penjamin emisi dalam penerbitan surat utang ini. Yaitu, PT Indo Premier Securities, PT AAA Securities, dan PT Makinta Securities. Namun kisaran nilai kupon masih belum dapat dipaparkan lebih jauh.
Perseroan menargetkan tahun ini dapat mengakuisisi sejumlah lahan di kawasan Bandung dan selatan Jakarta. Johannes menuturkan, total lahannya mencapai ratusan hektare (ha), namun tidak lebih dari 500 ha. Ekspansi bisnis perseroan di luar Jakarta, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jaringan bisnis yang dapat memperkuat kinerja dan produktivitas usaha perseroan.
Nantinya di kedua lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan sebuah kawasan hunian terpadu atau township yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan perseroan dari segi development income. Ditargetkan pada awal 2015, pembangunan kedua proyek ini dapat terealisasikan. Johannes mengakui, untuk di wilayah Bandung, perseroan telah berhasil mengakuisisi lahan seluas 190 ha.
"Kami akuisisi lahan di Bandung secara bertahap, jadi nilai investasinya masih belum jelas persisnya berapa, di situ akan kami bangun township," jelasnya.
Sedangkan untuk wilayah Selatan Jakarta, perseroan akan membentuk perusahaan joint venture dengan salah satu mitra strategis yang juga bergerak di bidang pengembangan properti. Saat ini, perseroan sedang dalam tahap finalisasi pembentukan anak usaha tersebut.
Sayangnya, dia belum bisa memaparkan siapa pihak yang diajak bekerja sama. "Yang pasti nantinya perseroan akan memiliki saham mayoritas atas kepemilikan anak usaha tersebut," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :