Rupiah berakhir menguat ke Rp9.790/USD
Jum'at, 07 Juni 2013 - 16:19 WIB
Rupiah berakhir menguat ke Rp9.790/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari terakhir pekan ini menguat, berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini, yang ditutup longsor ke level 4.865.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Jumat (7/6/2013) menguat 17 poin dari Rp9.807 per USD pada hari Rabu (5/6/2013) menjadi Rp9.790 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.886 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup menguat 16 poin dari Rp9.808 per USD menjadi Rp9.792 per USD, dengan kisaran harian Rp9.793-9.800 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi faktor Bank Sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB), yang mempertahankan suku bunga acuannya.
"Posisi nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi membaiknya appetite pelaku pasar pasca BoE dan ECB masih mempertahankan suku bunga acuannya. Bank Indonesia juga masih mengawal pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia dalam risetnya.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Jumat (7/6/2013) menguat 17 poin dari Rp9.807 per USD pada hari Rabu (5/6/2013) menjadi Rp9.790 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.886 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup menguat 16 poin dari Rp9.808 per USD menjadi Rp9.792 per USD, dengan kisaran harian Rp9.793-9.800 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi faktor Bank Sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB), yang mempertahankan suku bunga acuannya.
"Posisi nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi membaiknya appetite pelaku pasar pasca BoE dan ECB masih mempertahankan suku bunga acuannya. Bank Indonesia juga masih mengawal pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia dalam risetnya.
(rna)