BPK minta SKK Migas dibiayai APBN

Selasa, 11 Juni 2013 - 13:12 WIB
BPK minta SKK Migas...
BPK minta SKK Migas dibiayai APBN
A A A
Sindonews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta pemerintah membuat Undang-Undang yang dapat mengatur mekanisme pendanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) agar dibiayai APBN.

Kepala BPK, Hadi Poernomo mengatakan, hal tersebut karena selama ini SKK Migas dibiayai dari penerimaan migas tanpa melalui APBN.

"Kami mengharapkan pemerintah memperbaiki mekanisme pendanaan SKK Migas yang selama ini dilakukan tanpa melalui mekanisme APBN," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Menurut dia, sejak SKK Migas dibentuk pada 2002 (dulu BP Migas), pemerintah selalu membiayai lewat penggunaan langsung penerimaan migas tanpa melalui mekanisme APBN.

"Jumlah penerimaan negara dari sektor hulu migas yang digunakan langsung tanpa mekanisme APBN pada 2012 sebesar USD34,93 miliar," katanya.

Hadi menyebut hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Keuangan Negara Pasal 3 ayat (5).

"Penggunaan langsung pendapatan negara untuk kegiatan atau lembaga pemerintah tanpa mekanisme APBN ini bertentangan dengan UU Keuangan Negara Pasal 3 ayat (5)," kata dia menegaskan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved