Pengusaha daerah keluhkan perizinan ekspor

Kamis, 13 Juni 2013 - 15:36 WIB
Pengusaha daerah keluhkan...
Pengusaha daerah keluhkan perizinan ekspor
A A A
Sindonews.com - Komite Tetap Kadin Bidang Modal Ventura dan Pendanaan Alternatif, Safari Azis mengatakan, selain dukungan aspek pembiayaan dari perbankan maupun non perbankan, pelaku usaha juga perlu dukungan pemerintah.

Menurutnya, dukungan pemerintah ini memiliki peranan penting dalam pemberdayaan pelaku usaha dan potensi daerah untuk meningkatkan ekspor.

Selain itu, sinergitas regulasi antara pusat dan daerah serta kemudahan dalam perizinan ekspor sangat dibutuhkan pelaku usaha nasional. Dia mengaku sering menemukan keluhan pengusaha daerah yang akan melakukan ekspor.

Pengusaha daerah harus mengeluarkan tambahan biaya untuk dokumen-dokumen yang sebenarnya tidak diperlukan. Berdasarkan informasi yang diterima Kadin, hal tersebut berkenaan dengan kebijakan pemerintah yang berusaha untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari komoditas ekspor.

"Kami menilai hal tersebut bisa menurunkan daya saing komoditas ekspor daerah. Di sisi lain, seyogyanya justru PAD bisa lebih ditekankan kepada komoditi impor, agar produk lokal bisa diserap pasar domestik," jelas dia dalam rilisnya, Kamis (13/6/2013).

Sementara untuk dapat melakukan ekspor, lanjut Safari, pelaku usaha dipersyaratkan memiliki keahlian logistik, manajemen ekspor, pemasaran, keuangan, dan hukum perdagangan internasional.

Pentingnya edukasi dan pengelolaan hal itu, Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial bekerja sama dengan Dirjen Kemendag melakukan upaya pengembangan dan penguatan usahawan daerah.

Caranya dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan klinik bisnis yang kali ini dilaksanakan di Makassar-Sulawesi Selatan. Klinik bisnis ini sudah dilakukan sebelumnya di Pronvinsi DKI Jakarta, Gorontalo, Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.

"Hal ini sejalan dengan amanat dari misi Kadin Pusat Kepengurusan Periode 2010-2015 yang berkomitmen untuk menjadi motor pendorong agar daerah dapat berperan lebih besar dalam penguatan dan pemerataan ekonomi nasional," kata Safari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
20 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved