Rupiah kembali terdepresiasi ke Rp9.887/USD
Kamis, 13 Juni 2013 - 16:20 WIB
Rupiah kembali terdepresiasi ke Rp9.887/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari keempat pekan ini kembali terdepresiasi, seiring dengan amblesnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 25 basis poin menjadi 6,00 persen.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Kamis (13/6/2013) melemah 31 poin dari Rp9.856 per USD pada hari Rabu (12/6/2013) menjadi Rp9.887 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.885 per USD melemah 21 poin dibanding hari kemarin di posisi Rp9.861 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup tergerus 53 poin dari level Rp9.845 per USD menjadi Rp9.898 per USD, dengan kisaran harian Rp9.875-9.964 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang kembali melemah, BI rate dan belum adanya keputusan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), lelang SBI dan SBIS tenor sembilan bulan.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Kamis (13/6/2013) melemah 31 poin dari Rp9.856 per USD pada hari Rabu (12/6/2013) menjadi Rp9.887 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.885 per USD melemah 21 poin dibanding hari kemarin di posisi Rp9.861 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup tergerus 53 poin dari level Rp9.845 per USD menjadi Rp9.898 per USD, dengan kisaran harian Rp9.875-9.964 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi IHSG yang kembali melemah, BI rate dan belum adanya keputusan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), lelang SBI dan SBIS tenor sembilan bulan.
(rna)