Wall Street rebound dipicu positifnya data ekonomi

Jum'at, 14 Juni 2013 - 08:55 WIB
Wall Street rebound...
Wall Street rebound dipicu positifnya data ekonomi
A A A
Sindonews.com - Setelah tiga hari terkoreksi, Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berhasil berbalik arah (rebound) dipicu data ekonomi yang di atas perkiraan. Hal ini meyakinkan investor dari kekhawatiran terhadap paket stimulus the Fed.

Sebelum perdagangan saham dibuka, data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa penjualan ritel pada bulan Mei 2013 lebih baik dari yang diperkirakan dan tunjangan pengganguran juga menurun pada pekan lalu, yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS.

Sementara koreksi yang terjadi sepanjang pekan ini disebabkan kekhawatiran terhadap langkah Bank Sentral yang akan menghentkan paket stimulus mereka. Pelaku pasar semakin khawatir setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya.

"Kami telah mencari sesuatu (sentimen positif) untuk menambah posisi ekuitas kami," kata Senior Investment Specialist JPMorgan Private Bank, Ian Kerrigan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (14/6/2013).

Selain data ekonomi yang kuat, sentimen yang mendorong penguatan Bursa AS adalah kegiatan merger dan akuisisi. Saham emiten media, Gannett Co (GCI.N) melonjak 34 persen menjadi USD26,60 setelah mengumumkan rencana mereka untuk membeli perusahaan televisi Belo Corp (BLC.N) sebesar USD1,5 miliar. Sementara saham Belo melonjak 28,3 persen menjadi USD13,77.

Di samping itu, saham Safeway (SWY.N) naik 7,4 persen menjadi USD24,82 sehari setelah Empire Co (EMPa.TO) menyatakan akan membeli aset Safeway di Kanada senilai USD5,7 miliar.

Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones naik 180,85 poin atau 1,21 persen ke 15.176,08; indeks S&P 500 naik 23,84 poin atau 1,48 persen ke 1.636,36 dan indeks komposit Nasdaq bertambah 44,94 poin atau 1,32 persen ke 3.445,36.

Tercatat sebanyak 6,3 miliar saham diperdagangakan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka tersebut sedikit di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini, yang mencapai 6,38 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
29 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
1 jam yang lalu
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
2 jam yang lalu
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
2 jam yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved