Banggar dan pemerintah sepakati asumsi makro

Sabtu, 15 Juni 2013 - 18:36 WIB
Banggar dan pemerintah...
Banggar dan pemerintah sepakati asumsi makro
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakat mengajukan postur Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 sementara sebelum diajukan pada forum terakhir, yaitu paripurna.

"Atas panitia kerja (panja) yang sudah disebut tentang RAPBNP 2013, pemerintah dapat menerima asumsi makro pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 6,3 persen, inflasi 7,2 persen, nilai tukar rupiah Rp9.600 per dolar, SPN 3 bulan sebesar 5 persen, harga ICP USD108, lifting minyak 840 ribu barel per hari, dan lifting gas 1.240 barel setara minyak per hari," ujar Menteri Keuangan, Chatib Basri di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (15/6/2013).

Chatib melanjutkan penjelasannya mengenai postur APBNP 2013, yaitu penerimaan, belanja dan defisit anggaran 2013 yang telah direvisi.

"Penerimaan negara dipatok sebesar Rp1.502 triliun atau lebih tinggi Rp13,6 triliun sebelum pengajuan RAPBNP. Belanja dipatok Rp1.726 triliun atau lebih tinggi Rp4,5 triliun dibandingkan pengajuan RAPBNP. Sedangkan defisit dipatok sebesar Rp224,2 triliun dari PDB atau 2,38 persen," tutur Chatib.

Dia berterima kasih atas saran dan kritik dari seluruh anggota Banggar dan meminta semua anggota Banggar mendukung pemerintah menyasar substansi RAPBNP 2013 ini.

"Terima kasih atas saran positif di RAPBNP 2013. Berkaitan hal tersebut pemerintah ingin agar mencapai substansi dasar tentang RAPBN 2013. Namun kami dapat memahami catatan fraksi," pungkas Chatib.

Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit mengatakan, pemerintah bersama dengan enam fraksi, yakni Demokrat, Golkar, PAN, PPP, PKB dan Hanura menerima secara bulat sebagaimana pembahasan tersebut.

Sementara fraksi PDIP, PKS, dan Gerindra menyetujui RUU kecuali pasal-pasal terhadap catatan oleh 3 fraksi tertentu seperti disampaikan masing-masing fraksi.

"Dengan demikian hasil rapat komisi bisa dikatakan keputusan Banggar untuk dilanjutkan kepada tingkat terakhir, yaitu paripurna," tandas Ahmadi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ambyar, Sri Mulyani...
Ambyar, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro Banyak Meleset
Realisasi Asumsi Makro...
Realisasi Asumsi Makro 2019 Banyak Meleset dari Target, Ini Alasannya
Komisi VII DPR Setujui...
Komisi VII DPR Setujui Asumsi Makro Kementerian ESDM
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Tok! Ini Dia Patokan...
Tok! Ini Dia Patokan Kerja Ekonomi Tahun Depan
RAPBN 2021 Disetujui...
RAPBN 2021 Disetujui Banggar, Selanjutnya Meluncur ke Paripurna
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
2 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
3 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
5 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved