Rupiah kembali menguat ke Rp9.881/USD
Senin, 17 Juni 2013 - 16:28 WIB
Rupiah kembali menguat ke Rp9.881/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan ini kembali menguat, seiring menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Senin (17/6/2013) menguat 5 poin dari Rp9.886 per USD pada hari Jumat (14/6/2013) menjadi Rp9.881 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.888 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup menguat 27 poin dari level Rp9.902 per USD pada akhir pekan lalu menjadi Rp9.875 per USD, dengan kisaran harian Rp9.883-9.888 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi IHSG dan rapat paripurna DPR yang membahas persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, yang menjadi landasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"BUrsa saham domestik terus diwarnai aksi jual oleh asing, jika mengacu pada turunnya penutupan indeks Dow Jones pada akhir pekan lalu. BI tetap mengawal nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitasnya," kata dia dalam risetnya.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Senin (17/6/2013) menguat 5 poin dari Rp9.886 per USD pada hari Jumat (14/6/2013) menjadi Rp9.881 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini berada di posisi Rp9.888 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup menguat 27 poin dari level Rp9.902 per USD pada akhir pekan lalu menjadi Rp9.875 per USD, dengan kisaran harian Rp9.883-9.888 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi IHSG dan rapat paripurna DPR yang membahas persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, yang menjadi landasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"BUrsa saham domestik terus diwarnai aksi jual oleh asing, jika mengacu pada turunnya penutupan indeks Dow Jones pada akhir pekan lalu. BI tetap mengawal nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitasnya," kata dia dalam risetnya.
(rna)