Rupiah terdepresiasi ke Rp9.918/USD
Selasa, 18 Juni 2013 - 16:21 WIB
Rupiah terdepresiasi ke Rp9.918/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari kedua pekan ini terdepresiasi dalam, berlawanan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir positif.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa (18/6/2013) melemah 37 poin dari Rp9.881 per USD pada hari Senin (17/6/2013) menjadi Rp9.918 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini juga melemah 20 poin dari posisi Rp9.888 per USD menjadi Rp9.908 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 15 poin dari level Rp9.875 per USD pada awal pekan ini menjadi Rp9.890 per USD, dengan kisaran harian Rp9.895-9.945 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi hasil rapat paripurna DPR soal perubahan APBN 2013 dan kompensasi bantuan bagi rakyat miskin akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), sentimen global dan lelang surat utang oleh pemerintah.
Posisi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Selasa (18/6/2013) melemah 37 poin dari Rp9.881 per USD pada hari Senin (17/6/2013) menjadi Rp9.918 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah sore ini juga melemah 20 poin dari posisi Rp9.888 per USD menjadi Rp9.908 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup terdepresiasi 15 poin dari level Rp9.875 per USD pada awal pekan ini menjadi Rp9.890 per USD, dengan kisaran harian Rp9.895-9.945 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti sebelumnya menuturkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi hasil rapat paripurna DPR soal perubahan APBN 2013 dan kompensasi bantuan bagi rakyat miskin akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), sentimen global dan lelang surat utang oleh pemerintah.
(rna)