Konsumsi BBM naik 21%, stok premium hanya 12 hari
Kamis, 20 Juni 2013 - 16:21 WIB
Konsumsi BBM naik 21%, stok premium hanya 12 hari
A
A
A
Sindonews.com - Sejak satu pekan terakhir, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar di Jawa Barat (Jabar) meningkat tajam. Sementara ketahanan pasokan BBM bersubsidi hanya mencukup untuk 12 hari kedepan.
Asisten Manager External Relation Fuel Retail Marketing Region III PT Pertamina, Audy A Nasution mengatakan, sejak satu pekan terakhir, permintaan BBM bersubsidi jenis premium di Jabar naik sekitar 21,5 persen.
Konsumsi BBM harian yang awalnya sekitar 9.300 kilo loter (KL) menjadi 11.900 KL sejak pemerintah berencana menaikkan harga BBM pada akhir Juni tahun ini.
"Ketahanan stok BBM bersubsidi jenis premium cukup untuk 12 hari kedepan," jelas Audy di Bandung, Kamis (20/6/2013).
Peningkatan konsumsi premium di Jabar paling tinggi dibandingkan peningkatan konsumsi premium di DKI Jakarta atau Provinsi Banten. Peningkatan konsumsi di daerah tersebut masing masing hanya berkisar 14 poersen dan 11 persen.
Peningkatan konsumsi juga terjadi pada BBM bersubsidi jenis solar. Menurut dia, konsumsi harian solar meningkat sekitar 16 persen. Rata-rata konsumsi harian solar di Jabar yaitu sekitar 5.000 KL.
Saat ini, konsumsi harian solar menjadi 5.800 KL. Kenaikan wajar konsumsi solar, mempertahankan ketersediaan stok solar cukup untuk 27 hari kedepan.
Asisten Manager External Relation Fuel Retail Marketing Region III PT Pertamina, Audy A Nasution mengatakan, sejak satu pekan terakhir, permintaan BBM bersubsidi jenis premium di Jabar naik sekitar 21,5 persen.
Konsumsi BBM harian yang awalnya sekitar 9.300 kilo loter (KL) menjadi 11.900 KL sejak pemerintah berencana menaikkan harga BBM pada akhir Juni tahun ini.
"Ketahanan stok BBM bersubsidi jenis premium cukup untuk 12 hari kedepan," jelas Audy di Bandung, Kamis (20/6/2013).
Peningkatan konsumsi premium di Jabar paling tinggi dibandingkan peningkatan konsumsi premium di DKI Jakarta atau Provinsi Banten. Peningkatan konsumsi di daerah tersebut masing masing hanya berkisar 14 poersen dan 11 persen.
Peningkatan konsumsi juga terjadi pada BBM bersubsidi jenis solar. Menurut dia, konsumsi harian solar meningkat sekitar 16 persen. Rata-rata konsumsi harian solar di Jabar yaitu sekitar 5.000 KL.
Saat ini, konsumsi harian solar menjadi 5.800 KL. Kenaikan wajar konsumsi solar, mempertahankan ketersediaan stok solar cukup untuk 27 hari kedepan.
(izz)
Lihat Juga :