Angkot di Surabaya naikkan tarif sepihak

Minggu, 23 Juni 2013 - 14:27 WIB
Angkot di Surabaya naikkan...
Angkot di Surabaya naikkan tarif sepihak
A A A
Sindonews.com – Efek domino kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan warga. Sejak kemarin, angkutan kota (angkot) yang ada di Kota Pahlawan ramai-ramai menaikan tarif secara sepihak.

Para penumpang pun harus rela mengeluarkan kocek lebih untuk membayar biaya transportasi. Kenaikan harga BBM membuat para sopir secara sepihak menaikan harga meskipun surat keterangan (SK) Wali Kota Surabaya belum keluar. Hasilnya, penumpang pun dirugikan dengan kenaikan sepihak tersebut.

Dari pantauan SINDO di Terminal Bratang, semua lyn dengan berbagai jurusan sudah memasang surat pemberitahuan yang ditempel di kaca pintu penumpang. Dalam surat pemberitahuan itu dijelaskan kalau terjadi kenaikan tarif sebesar 30 persen.

Tarif bagi pelajar yang sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp3.000. Sementara untuk tarif penumpang umum naik menjadi Rp4.000 dari sebelumnya Rp3.000.

“Nggak cukup kalau tarif tetap, BBM naik dan pengeluaran angkot juga harus naik,” ujar Mahmud, salah satu sopir lyn WB di Terminal Bratang, Minggu (23/6/2013).

Ia melanjutkan, kenaikan tarif 30 persen menjadikan biaya yang harus dikeluarkan penumpang naik Rp1.000. Dirinya sudah menghitung kenaikan harga BBM dengan konsumsi tiap hari, makanya kenaikan tarif 30 persen dianggap realistis.

Harga premium sebesar Rp6.500 dianggap membebani pengeluaran para sopir. Pendapatan yang diperoleh pun tak cukup untuk konsumsi BBM yang dipakai angkot. “Makanya harus ada kenaikan. Kami terus merugi kalau memakai tarif lama,” ungkapnya.

Kenaikan tarif itu langsung dikeluhkan para penumpang. Mereka kecewa dengan adanya kenaikan tarif angkot di Surabaya. Apalagi sarana transportasi massal yang ada di dalam kota hanya ada angkot.

Daminto, salah satu penumpang angkot di Bratang mengaku kecewa dengan kenaikan yang diberlakukan para sopir. Untuk sekali jalan ia harus mengeluarkan uang lebih. “Jadinya pengeluaran tambah semua, harga lainnya naik, lha ini ongkos lyn saja juga naik banyak,” katanya.

Lelaki dengan kumis tebal itu berharap pemerintah lebih bijaksana. Warga sudah dipusingkan dengan kenaikan harga BBM. Sementara kenaikan tarif angkot semakin membuat warga terpuruk. “Pendapatan bulanan tetap, tapi pengeluaran terus tambah,” keluhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Oktober Capai...
Inflasi Oktober Capai 0,12%, Kenaikan Tarif Angkutan Ikut Andil
10 Kota dengan Tarif...
10 Kota dengan Tarif Taksi Paling Mahal di Dunia, Nomor Satu Rp85.200 per Km
Jika Premium Dihapus,...
Jika Premium Dihapus, Tarif Angkutan Umum Bakal Naik
Siap-siap, Menhub Akan...
Siap-siap, Menhub Akan Naikkan Tarif Angkutan Umum
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Naik Teman Bus Berbayar...
Naik Teman Bus Berbayar Mulai 31 Oktober, Segini Tarifnya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
36 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved